Pertama Kali Belajar Pengelasan

pengelasan logam
pixabay.com

Belajar Pengelasan. Pengelasan (Welding) adalah teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa penekanan menggunakan mesin las. Dan menghasilkan sambungan yang kontinyu. Mesin las sendiri merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menyambung logam.

Lingkup penggunaan teknik pengelasan sangatlah luas, meliputi perkapalan, rangka baja, pembuatan jembatan, saluran perpipaan, pembuatan segala macam alat transportasi, dan masih banyak lagi.

Belajar pengelasan tidaklah mudah harus mempunyai mental dan tekat yang kuat agar bisa menguasainya. Harus tahu cara menghidupkan, menyetel berapa ampere yang akan digunakan sesuai jenis logam, dan posisi saat pengelasan.

Dalam belajar pengelasan juga harus tahu alat perlindungan diri (APD) yang di gunakan. APD yang digunakan harus sesuai standar K3 atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Meliputi topeng las, sarung tangan, masker, apron, sumbat telinga dan sepatu safety.

Sering-sering latihan adalah salah satu cara agar kita cepat menguasai pengelasan. Dan kita harus aktif bertanya pada senior yang sudah profesional.

Pertama Kali Mengenal Mesin Las dan Belajar Pengelasan

praktek pengelasan-cyberspaceandtime.com
cyberspaceandtime.com

Mesin las saya ketahui dan lihat pertama kali di SMK ketika praktek pengelasan. Di situ pula pertama kali saya belajar pengelasan. Dan mesin las yan di sekolah hanya ada mesin las inverter atau las elektroda.

Kami dijelaskan secara teori cara menghidupkan dan cara mengunakan mesin las. Setelah itu guru memberi kan contoh langsung kepada para siswa.

Ketika bagian saya praktek, ternyata pengelasan memang sangat sulit. Antara bahan tambah atau elektroda selalu menempel dengan logam ingin saya sambung. Karena posisinya tertutup oleh topeng las yang saya gunakan.

Saya mulai frustasi, elektroda dan logam menempel trus. Akhirnya saya memutuskan tidak menggunkan topeng ketika pengelasan. Dan logam dapat tersambung dengan lumayan bagus, tapi banyak jeleknya, heheh. Awalnya sih biasa saja, namun ketika pulang dan hari semakin malam mata saya terasa seperti kemasukan pasir dan terasa sangat perih.

Jika mata saya buka dan saya basuh dengan air  rasa perih akan bertambah. Saya memutuskan untuk periksa ke dokter umum dekat rumah saya. Ternyata mata saya mengalami iritasi yang disebabkan oleh asap ketika praktek pengelasan.

Mulai saat itu saya ketika praktek belajar pengelasan tidak pernah melakukan sendiri karena trauma. Saya minta tolong teman saya untuk mengerjakannya, tapi dengan sebuah imbalan ditraktir jajan di kantin. Tapi itu hanya sementara saja, karena akhirya ketahuan sama guru, hahaha.

Belajar Pengelasan Ketika Praktek Kerja Langsung (PKL)

people-welding
pixabay.com

Biasanya di SMK ada tugas wajib PKL. Begitu juga dengan saya yang mendapatkan jadwal PKL sehabis ujian semester satu. Seharusnya habis ujian libur, eh malah dapat jadwal PKL. Ketika yang asyik liburan malah saya kerja tanpa bayaran.

Tapi tak apalah sudah nasib saya dan merupakan peraturan yang sudah ditetapkan oleh sekolah. Tempat PKL tidak ditentukan oleh pihak sekolah, tetapi kita bebas memilih sendiri tempatnya. Yang penting sesuai standar dan kejuruannya.

Akhirnya setelah beputar-putar mencari tempat PKL, saya menemukan tempat yang cocok. Yaitu sebuah bengkel yang berfokus pada pembuatan dan servis Mesin Boiler . Yang bertempat di daerah Gilingan, Surakarta.

Saya melaksanakan PKL di sana selama dua bulan. Dan disana dapat belajar pengelasan, karena hampir setiap hari pekerjaannya mengelas pipa black steel. Dan bakat pengelasan saya mulai terlihat dan hasil pengelasan saya sudah agak sedikit bagus. Sudah dapat menentukan posisi ketika pengelasan dilakukan. Bisa dibilang sedikit PRO, hehe.

Menjadi Seorang Teknisi Bagian Workshop Mechanic (WSM) di Sebuah Pabrik

pengelasan-blog.klikmro.com
blog.klikmro.com

Setelah lulus smk saya sebenarnya ingin kuliah, tapi takdir berkata lain. Saya gagal ketika mengikuti seleksi progam Bidik Misi bagi siswa yang kurang mampu. Setelah gagal saya sempat menganggur selama tiga bulan.

Karena kondisi keuangan menipis dan kebutuhan semakin meningkat. Akhirnya saya coba-coba melamar pekerjaan di sebuah pabrik. Setelah menunggu selama seminggu akhirnya saya dapat panggilan untuk melakukan tes.

Dan alhamdulillah, setelah mengikuti berbagai tes saya diterima bekerja di pabrik itu. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti tes, hanya saya saja yang diterima. Karena di pabrik itu hanya membutuhkan satu orang untuk mengisi bagian teknik yang kosong karena ada yang pensiun.

Di sana saya ditempatkan di Workshop. Tempat yang bertugas menerima pembuatan dan servis berbagai alat untuk menunjang produksi. Yang sebagian besar bahan pembuatannya dari besi stainless dan sebagian besar memerlukan pengelasan.

APD yang digunakan di sana juga lebih lengkap dan berkualitas, seperti wearpack, topeng las otomatis, sarung tangan kulit, masker khusus pengelasan, dan sepatu safety. Itu semua merupakan fasilistas APD yang saya gunakan pribadi, kecuali topeng las untuk umum.

Selain mesin las inverter , di sana juga memiliki berbagai macam mesin las lain yang sering digunakan pula kesehariannya, seperti :

  • Mesin Las Argon atau Las TIG (Tungsten Inert Gas)

LAS TIG- gt-proworkshop.com
gt-proworkshop.com

Las TIG adalah salah satu proses las yang cukup populer di kalangan masyarakat awam dengan sebutan las argon. Las argon banyak dikenal masyarakat sebagai pengelasan yang berbahaya bagi kesehatan tetapi memiliki upah yang cukup tinggi.

Disebut las argon karena pengelasan yang dimaksud melibatkan unsur gas mulia, berupa gas Argon dalam prosesnya. Belajar pengelasan argon adalah yang paling sulit pada praktiknya menurut saya.

Karena untuk dapat menguasainya saya memerlukan waktu yang cukup lama. Setidaknya hampir tiga setengah bulan waktu yang saya butuhkan. Dan selama itu pula, kulit saya mengalami iritasi beberapa saat setelah selesai pengelasan.

Dan untuk menghasilkan sambungan las yang bermutu, welder harus memperhatikan dan mengetahui tiap – tiap variabel yang bekerja pada pekerjaannya.

Akan tetapi untuk menghasilkan sambungan yang berkualitas bukanlah tidak mungkin. Dengan cukup pengalaman dan ketekunan, sudah cukup banyak welder yang mampu menguasainya.

  • Mesin Las Asetilin (Acetylene)

welding acytelene
pixaybay.com

Pengelasan asetilin adalah proses pengelasan secara manual dengan pemanasan permukaan logam yang akan dilas  sampai mencair oleh nyala gas asetilin dengan gas O2 dengan atau tanpa logam pengisi.

Pengelasan ini biasanya digunakan untuk memotong dan menyambung benda kerja yang terbuat dari logam (plat besi, pipa dan poros). Di pabrik saya biasanya digunakan untuk pengelasan pada pipa kapiler AC ruangan yang berupa tembaga, baik menambal pipa atau menyambung pipa.

Dalam belajar pengelasan ini, saya tidak membutuhkan waktu yang lama unutk dapat menguasainya. Hanya butuh waktu beberapa minggu saja. Yang paling sulit ialah ketika menentukan nyala gas api dan pengeluaran gas oksigen, harus sesuai dengan ketebelan logam yang akan dilas.

Karena tidak ada alat ukurnya dan saya harus mengira-ngira sendiri seberapa besar api dan gas oksigen yang digunakan. Tapi saya jarang menggunakan las tersebut karena biasanya yang melakukan pengelasan pipa tembaga adalah bagian Teknik Utilitas.

Semua pengalaman tersebut membuat saya memiliki keahlian dalam pengelasan. Meskipun sekarang saya sudah berhenti menjadi teknisi. Dan mungkin akan berguna suatu saat nanti. Jadi demikian perjuangan saya dalam belajar pengelasan.

Tinggalkan Balasan