Pengertian Paragraf | Unsur, Syarat , dan Fungsi Paragraf

Pengertian Paragraf | Unsur, Syarat , dan Fungsi Paragraf | Apa itu yang dinamakan dengan paragraf? Di dalam sebuah buku atau artikel yang membahas tentang apapun itu pasti akan ditemukan jenis-jenis paragraf di setiap tulisan-tulisan yang ada di buku tersebut. Paragraf adalah jenis tulisan yang mempunyai sebuah tujuan atau ide.

Paragraf bisa disebut juga dengan alinea. Di suatu paragraf memiliki pikiran pokok atau gagasan utama di dalam kalimat-kalimatnya yang merupakan inti dari bahasan. Suatu tulisan dapat dikatakan sebagai paragraf jika minimal memiliki 2 kalimat.

Pengertian Paragraf

pengertian paragraf
typoonline.com

Pengertian paragraf secara umum adalah suatu karangan yang terbentuk dari beberapa kalimat dengan pikiran atau kalimat utama sebagai bahasan utama dan pikiran atau kalimat penjelas sebagai pendukungnya.

Sedangkan pengertian paragraf menurut KBBI adalah bagian bab dalam suatu karangan, biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru.

Dan di dalam Lunsford dan Connor dijelaskan bahwa pengertian paragraf adalah sebagai kumpulan kalimat atau group of sentences atau satu kalimat yang membentuk sebuah unit.

Paragraf juga dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari kesatuan suatu pikiran yang memiliki kedudukan lebih tinggi dan luas daripada kalimat.

Dalam suatu paragraf pasti memiliki kalimat pokok atau kalimat utama dan kalimat penjelas. Kalimat utama merupakan kalimat bahasan yang berisi tentang masalah atau kesimpulan utama sebuah paragraf.

Sedangkan kalimat penjelas merupakan suatu kalimat yang berfugsi untuk menjelaskan masalah atau bahasan pada kalimat utama, dan juga berfungsi sebagai pendukung kalimat utama supaya hal yang dibahas dapat dan mudah dipahami oleh pembaca.

Unsur-Unsur Paragraf

unsur-unsur paragraf
cupbord.lajada.co

Dalam suatu paragraf pasti memiliki unsur-unsur penyusunya. Unsur-unsur dalam sebuah paragraf saling melengkapi satu sama lain sehingga antar kalimat dapat menjadi padu, sehingga dapat membentuk sebuah paragraf yang baik.

Unsur-unsur tersebut meliputi, topik atau gagasan utama, kalimat utama, kalimat penjelas atau kalimat pendukung, transisi, penegas. Yang mana akan dibahas dalam uraian di bawah ini.

  • Topik atau Gagasan Utama

Topik atau gagasan utama merupakan unsur yang paling utama dan paling penting di suatu paragraf. Karena unsur inilah yang menjadi kesimpulan atau isi dari keseluruhan suatu paragraf. Unsur ini biasanya berupa bahasan masalah atau gagasan pengarang yang ingin ditujukan atau disampaikan kepada para pembacanya.

  • Kalimat Utama

Unsur pembentuk paragraf yang kedua adalah kalimat utama. Kalimat utama merupakan kalimat yang berisi suatu gagasan utama yang diletakan secara tersirat di awal atau di akhir paragraf. Biasanya kalimat utama bersifat umum dan dapat dikembangkan kembali dengan kalimat-kalimat penjelas di suatu paragraf.

Setiap paragraf pasti memiliki satu atau 2 kalimat utama yang letaknya pun berbeda-beda. Kalimat utama bisa terletak di awal paragraf, akhir paragraf, maupun di awal dan akhir paragraf.

  • Kalimat Penjelas atau Kalimat Pendukung

Kalimat pendukung adalah kalimat yang berisi atau mengandung gagasan-gagasan penjelas dari gagasan utama di kalimat utama. Kalimat ini memiliki fungsi untuk menguatkan dan menjelaskan gagasan utama dengan cara memberikan data yang logis, contoh, maupun pendapat atau opini.

Kalimat-kalimat penjelas harus saling terhubung secara padu, sehingga mampu menciptakan sebuah paragraf yang baik dan mudah dipahami pembaca.

  • Kata Transisi atau Konjungsi

Kata Transisi adalah mata rantai penghubung antar kalimat dalam sebuah paragraf atau antar paragraf dalam suatu karangan atau wacana.

Agar membentuk paragraf yang padu, kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf harus disusun dengan menggunakan kata transisi atau konjungsi. Ada dua macam transisi atau konjungsi yang dapat digunakan di sebuah paragraf, yaitu konjungsi antar kalimat dan konjungsi intra kalimat.

Konjungsi antar kalimat berupa kata sambung yang menghubungkan antara kalimat-kalimat yang ada di dalam sebuah paragraf. Contohnya : “Oleh sebab itu”, “Akan tetapi”, “Lagi pula”, “Terlebih lagi”, “Disamping itu”, dan lain-lain.

Sedangkan konjungsi intra kalimat berupa kata sambung yang menghubungkan antara kalimat induk dan anak kalimat di dalam sebuah kalimat. Contohnya : “Tetapi”, “Agar”, “Dan”, “Untuk”, “Karena”, “Dari”, “Ketika”, “Kalau”, dan lain-lain.

  • Kata Penegasan

Unsur yang terakhir di dalam sebuah paragraf adalah kata penegas. Unsur ini sebenarnya tidaklah terlalu penting dalam sebuah paragraf, karena tidak semua paragraf memiliki kata penegas. Fungsi dari kata penegas yaitu untuk membuat sebuah paragraf menjadi lebih menarik. Sehingga paragraf tersebut memiliki daya tarik tersendiri terhadap pembacanya.

Selain itu, kata penegas juga berfungsi untuk menghilangkan atau menghidarkan rasa bosan saat membacanya, dan kata penegasan sebagai penegas atau pengulang gagasan utama sebuah paragraf.

Syarat-Syarat Paragraf

paragraf, syarat paragraf
pixabay.com

Yang disebut dengan paragraf yang baik ialah paragraf yang mampu menyampaikan maksud dari pikiran penulis dengan baik kepada pembaca. Adapun paragraf dapat dikatakan baik jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Kesatuan atau Unity

Yang dimaksud dengan kesatuan adalah suatu paragraf harus dibangun dengan sebuah pikiran atau topik yang jelas. Sebuah pikiran tersebut dapat diuraikan ke dalam bentuk pikiran pokok dan beberapa pikiran penjelas dalam sebuah paragraf.

Hubungan yang terjalin antara pikiran yang satu dengan pikiran yang lainnya menandakan bahwa paragraf tersebut sudah mempunyai sebuah kesatuan.

  • Kepaduan atau Koherensi

Kepaduan dari sebuah paragraf dapat terwujud jika adanya kekompakan antar kalimat pembentuknya. Dan tentunya yang diinginkan adalah sebuah kepaduan yang baik. Sehingga untuk mewujudkannya harus ada hubungan timbal balik antar kalimat yang logis dan dapat dipahami dengan mudah.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan agar tercipta kepaduan dalam sebuah paragraf, yakni dengan memakai kata ganti, kata penghubung, serta perincian atau urutan pikiran.

  • Kelengkapan

Suatu paragraf dapat dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup mumpuni untuk menunjang kalimat pokok. Sehingga dapat memperjelas isi dan maksud yang ada di kalimat pokok.

Fungsi Paragraf

paragraf, fungsi paragraf
pixabay.com

Sebuah paragraf sangat dibutuhkan ketika seseorang akan menulis atau membaca sebuah karangan, artikel, maupun wacana, agar menjadi mudah dalam menyampaikan maupun memahami isi dan maksud dari gagasan utama. Jadi, secara singkat fungsi dari sebuah paragraf yaitu :

  • Paragraf berfungsi untuk mengekpresikan gagasan yang ada di pikiran seseorang ke dalam bentuk tulisan. Tulisan tersebut dapat memberikan suatu bentuk pemikiran dan perasaan seseorang yang berupa kalimat logis dan tersusun.
  • Paragraf berfungsi untuk memudahkan seorang penulis dalam menyampaikan gagasannya atau pemikirannya kepada pembaca sehingga mudah dipahami.
  • Paragraf berfungsi untuk menandai beralihnya gagasan baru pada sebuah karangan yang terdiri dari beberapa paragraf. Bergantinya paragraf baru berarti ganti gagasan utama juga.
  • Paragraf berfungsi untuk memudahkan dalam pengembangan gagasan utama karangan yang berupa kalimat penjelas yang berisi pikiran yang lebih kecil.
  • Paragraf juga berfungsi untuk memudahkan dalam pengendalian variabel yang digunakan, terutama pada karangan yang terdiri dari beberapa variabel.

Di dalam sebuah paragraf juga terdapat jenis-jenis kalimat dan pola pengembangan paragraf yang membuat menjadi lebih menarik.

Nah itulah sedikit penjelasan dari kami tentang pengertian paragraf, unsur-unsur pembentuk paragraf, dan fungsi paragraf. Semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan teman-teman tentang ” Paragraf” dan dapat mengaplikasikanya ketika menulis sebuah karangan atau artikel. Sekian dari kami dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan