Sepenggal Kisah Pendakianku di Gunung Merbabu

perjalananku
dok.pribadi

Setelah cukup lama aku tidak melakukan pendakian ke gunung, akhirnya aku kembali lagi. Kali ini aku melanjutkan pendakian ke Gunung Merbabu dengan ketinggian 3142 MDPL.

Dalam pendakian kali ini aku cuma ditemani seorang teman saja, yang bernama Syuhada. Dia adalah teman semasa sekolah di MTs Negeri 2 Surakarta dahulu.

Sebenarnya kami ingin melakukan pendakian ke Gunung Lawu yang berada di Karanganyar. Tetapi karena ada sesuatu dan berbagai lain hal, maka kami memustuskan untuk merubah pendakian kami ke Gunung Merbabu.

Setelah persiapan peralatan dan perbekalan seperti pendakian sebelumnya, kami berangkat dari rumah temanku.

Kami berangkat dengan berboncengan dengan motorku pada pukul 04.30. Selama perjalanan tidak terlalu macet jadi sampai  di Bascamp Gancik kurang lebih pada pukul 18.30.

Sebelum masuk ke bascamp pendakian, kami harus membayar tiket seharga Rp 8.000 per orang. Setelah itu kami memakirkan motor dan beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa pegal selama perjalanan.

Sebelum melakukan pendakian kami sholat dahulu dengan menjamak sholat maghrib dan isya’  supaya tenang. Kami bersiap untuk melakukan perjalanan pendakian dengan diiringi do’a untuk keselamatan. Pendakian kali ini kami lakukan pada pukul 20.00.

Sebelum sampai ke puncak kami harus melalui beberapa jalur, mulai dari Basecamp – Gancik Hill Top – Pos I – Pos II – Pos III – Sabana I – Sabana II – Puncak Kenteng Songo – Puncak Trianggulasi. Berikut sepenggal kisah perjalananku menuju Puncak Gunung Merbabu.

Dari Basecamp ke Gancik Hill Top di Lereng Gunung Merbabu

milkyway-gancik-landscapeindonesia.com
landscapeindonesia.com

Itu pertama kali pendakian kami ke gunung merbabu via gancik. Trek perjalanan menuju Gancik Hilltop sangat bagus karna sudah di diaspal. Namun, entah kenapa perjalanan pembuka ini terasa sangat menyiksa. Berkali-kali aku ngos-ngosan dan beristirahat karena jalurnya menanjak terus.

Bahkan aku harus minggir ke tepi jalan karena ada ojek yang lewat. Para pendaki yang tidak mau capek biasanya akan naik ojek sampai ke gancik hill top. Tapi masak pendaki tidak mau capek, haha. Memang lumayan jauh juga sih perjalanan ke gancik hill top.

Setelah berjalan dari basecamp akhirnya kami sampai di Gancik Hill Top. Perjalanan kami memakan waktu kurnag lebih 45 menit. Kami beristirahat sejenak sambil menghilangakan rasa dahaga kami sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

Perjalanan dari Gancik Hill Top ke Pos I

Trekking Malam- maszaladventure.com
maszaladventure.com

Dari sini kami mulai memasuki hutan dan jalan yang kami lewati sudah berupa tanah dan batu. Trek berupa jalan yang masih landai dan beberapa ada yang menanjak, namun keseluruhan masih santai hingga Pos I.

Pos I disebut dengan nama Pos Senduran dan luas wilayahnya tidak begitu luas. Dan hanya mampu menampung kira-kira satu hingga sepuluh tenda saja.

Karena lokasi ini masih sangat jauh dari puncak sehingga tidak disarankan mendirikan tenda di sini. Tapi boleh sih buat pemula yang sudah beneran gak kuat melanjutkan perjalanan. Waktu yang kita butuhkan untuk sampai ke Pos I sekitar 2 jam.

Perjalanan Pos I ke Pos II

pendakian- tenda-inspirasi.com
tenda-inspirasi.com

Perjalanan dari Pos I ke Pos II trek yang yang dilalui lebih sulit dari sebelumnya. Trek berupa tanjakan dan bebatuan yang tinggi. Serta sudah ke luar dari hutan, lebih tepat di tepi jurang. Di sini angin berhembus yang menerpa terasa sangat dingin, karena hanya ada sedikit pohon.

Kami berjalan sangat hati-hati karena kami melakukan perjalanan pada malam hari dan disamping kiri kami berupa jurang yang dalam. Sesekali kami berhenti untuk minum, karena kehausan setelah berjibaku dengan tanjakan.

Setelah sampai di Pos II atau sering disebut juga dengan nama Pos Pentur, kami beristirahat. Kami meletakan tas carir dan berbaring sejenak guna mengurangi rasa pegal.

Waktu yang kami butuhkan juga sama ketika menuju ke Pos I, yakni 2 jam. Di sana kami juga makan beberapa snack dan roti karena merasa lapar.

Perjalanan dari Pos II ke Pos III

Gunung merbabu malam hari-fototravelku.blogspot.com
fototravelku.blogspot.com

Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pos III. Trek yang kami lalui juga masih seperti ketika perjalan ke Pos II. Selama perjalanan kami bertemu pendaki lain dari berbagai daerah. Kami saling menyapa satu sama lain ketika mau mendahului perjalanan.

Di perjalanan dari Pos II menuju Pos III kita disajikan pemandangan yang sangat indah. Pemandangan suasana kota pada malam hari yang terlihat dari atas ketinggian begitu indah dengan nyala lampunya.

Bintang-bintang dan bulan bersinar terang terlihat seperti sangat dekat dengan kami, karena malam itu cuaca sangat bagus dan cerah.

Setelah melihat pemandangan yang begitu indah ketika di perjalanan, kami sampai di Pos III dengan selamat dan memakan waktu sekitar 1 jam saja . Pos III juga sering dikenal dengan nama Pos Batu Tulis.

Perjalanan dari Pos III ke Sabana I

kondisi sabana 1-deskgram.com
deskgram.com

Perjalanan kali kami harus ekstra hati-hati karena trek yang kami terbilang ekstrim. Trek untuk menuju Sabana I bisa dibilang ekstrim karena berupa tanjakkan yang sangat miring serta licin. Banyak jeglongan yang harus kita lalui dengan susah payah.

Apalagi jika musim hujan tiba, maka bisa jadi 2x lebih susah melaluinya karena becek dan sangat licin. Bisa dikatakan  trek menuju Sabana I ini yang paling susah dalam pendakian via Gancik.

Dalam perjalan kali ini kami banyak menjumpai bungan abadi atau edelweis. Bunga yang hanya dapat tumbuh dan hidup di daerah pegunungan. Dan umumnya bunga edelweis muncul dan mekar antara bulan april hingga bulan agustus.

Meskipun trek perjalanan sangat sulit akhirnya kami bisa sampai ke Sabana I. Sabana I merupakan tempat favorit sebagian para pendaki untuk beristirahat.

Di sini sudah mulai banyak para pendaki yang mendirikan tenda. Mungkin mereka sudah lelah untuk melanjutkan perjalanan ke Sabana II. Waktu yang kami butuhkan untuk sampai di sini sekitar 1,5 jam.

Perjalanan dari Sabana I ke Sabana II

sabana 2- steller.co
steller.co

Kami langsung melanjutkan perjalanan ke Sabana II tanpa beristirhat dahulu di Sabana I. Trek yang kami lewati menuju Sabana II hampir sama seperti sebelumnya, namun lebih diringankan karena kita akan berjalan datar terlebih dahulu menyusuri bukit.

Sabana II merupakan lokasi favorit yang kedua. Yakni padang rumput yang luasnya 2 kali lebih dari Sabana I. Pemandangannya juga lebih indah dari yang sebelumnya. Di lokasi ini biasanya menjadi tempat favorit untuk mendirikan tenda.

Mengingat yang letaknya tidak jauh dari puncak yang menjadi tujuan para pendaki. Yang juga merupakan tempat tujuan kami unutk mendirikan tenda dan nge-camp di sana.

Setelah melewati jalanan yang lumayan datar kami sampai di Sabana II dengan waktu sekitar 1,5 jam. Kami mendirikan tenda di sana menghadap ke arah timur. Setelah selesai mendirikan tenda serta merapikan peralatan, kami mulai memasak air unutk membikin kopi dan memasak mie instan.

Merasakan dinginnya alam bebas dan pemandangan langit yang penuh dengan bintang yang bekilauan serta di temani secangkir kopi, sangatlah nikmat. Rasa lelah kami selama perjalanan seakan hilang dalam sekejap.

Kami tidur di dalam tenda yang begitu leluasa karena cuma dua orang saja, sedangkap tenda kami kapsitas empat orang. Tapi dingin semakin terasa menjelang subuh.

Kami bangun dan melaksanakan kewajiban sholat subuh secara berjamaah dengan pendaki yang lain menggunakan matras.

Selesai sholat subuh, kami sarapan dengan memakan roti tawar yang diberi susu coklat dan secangkir jahe hangat. Tak lupa juga mengemil snack yang kami bawa dari rumah.

Perjalanan Menuju Puncak dari Sabana II

perjalananku ke puncak
dok.pribadi

Dari Sabana II masih jalan santai. Kemudian kami melewati jalur dengan tanjakkan yang hampir sama ekstrim seperti sebelumnya. Kemudian sampailah kami di Watu Lumpang. Lokasi ini hanya lokasi pemberhentian saja, tidak cocok untuk camp.

Kami mendapatkan suasana sunrise sebelum mencapai puncak karena matahari sudah muncul ketika perjalanan. Walaupun tidak bisa mendapatkan sunrise di puncak tetapi tetap mendaptakan pemandangan yang sangat elok.

sunrise di merbabu
dok.pribadi

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ditemani cahaya matahari pagi yang begitu hangat. Kami berfoto mengabadikan momen selama diperjalanan yang mungkin tidak saya dapatkan untuk hari esoknya.

Sekitar 1,5 jam kami berjalan, akhirnya kami sampai ke tempat tujuan para pendaki yaitu puncak. Terdapat dua puncak di Gunung Merbabu, yaitu Puncak Kenteng Songo dan Puncak Trianggulasi.

Puncak Kenteng Songo dapat kita datangi dengan mengambil arah jalan kiri dari perjalanan kami. Dan untuk sampai ke Puncak Trianggulasi kami harus mengambil arah jalan sebaliknya.

Itulah sepenggalan kisah perjalanan dan perjuanganku untuk mencapai puncak selama pendakian di Gunung Merbabu pada tanggal 28-29 Juli 2018.

 

Tinggalkan Balasan