Klasifikasi Makhluk Hidup Menurut Para Ahli Taksonomi

Klasifikasi makhluk hidup merupakan suatu pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan pada kesamaan ciri maupun perbedaan yang ditemukan pada setiap makhluk hidup.

Untuk menemukan perbedaan maupun kesamaan antar makhluk hidup dapat dilakukan dengan melihat ciri-ciri makhluk hidup yang paling umum hingga paling spesifik. Selain dari ciri-cirinya, pengelompokan makhluk hidup juga dapat dilakukan dengan dasar ukuran, manfaat, dan habitatnya.

Ilmu yang membahas klasifikasi makhluk hidup disebut dengan ilmu taksonomi. Ilmu taksonomi diprakarsai oleh ilmuwan asal Swedia yang bernama C. Linnaeus.

Linnaeus mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 kelompok, yakni klasifikasi animalia (hewan) dan  klasifikasi vegetabilia (tumbuhan). Dan C. Linnaeus memperkenalkan klasifilkasi makhluk hidup dari urutan tertinggi ke terendah, seperti berikut: :

urutan klasifikasi makhluk hidup
gudangbiologi.com

Dan untuk pemberian nama ilmiah pada makhluk hidup diambil dari nama genus dan spesies dalam klasifikasi makhluk hidup. Berikut ini aturan yang digunakan dalam pemberian nama ilmiah pada makhluk hidup :

  • Nama ilmiah harus menggunakan bahasa latin.
  • Naman ilmiah terdiri dari dua kata, kata pertama merupakan nama genus dan kata kedua merupakan nama spesies.
  • Dalam penulisannya nama ilmiah ditulis dengan huruf cetak miring atau digaris bawah.
  • Huruf pertama  pada nama genus harus menggunakan huruf kapital.
  • Seluruh huruf pada nama spesies tidak menggunakan huruf kapital.

Contohnya : Penulisan nama ilmiah padi adalah Oryza sativa.

Oryza merupakan nama genus dan sativa merupakan nama spesiesnya.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

tujuan klasifikasi makhluk hidup
nurdian.com

Ada beberapa tujuan dilakukannya klasifikasi makhluk hidup, seperti berikut ini :

  1. Mempermudah dalam mempelajari makhluk hidup
  2. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
  3. Mudah dalam membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya
  4. Menyederhanakan suatu objek pembelajaran atau studi
  5. Memberikan nama pada makhluk hidup yang belum diketahui namanya

Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

dasar klasifikasi makhluk hidup
nurdian.com

Dalam melakukan klasifikasi makhluk hidup harus ada dasar-dasar yang dapat dijadikan sebagai pedoman, seperti di bawah ini :

1. Berdasarkan kesamaan ciri-cirinya

Dasar pertama yang dijadikan pedoman dalam mengklasifikasikan makhluk hidup adalah berdasarkan cirinya. Sebagai contoh rajawali dan ayam masuk dalam jenis aves, penggolongan tersebut berdasarkan kesamaan ciri, yaitu memiliki paruh, sayap, dan bulu.

2. Berdasarkan perbedaan yang ada

Bisa jadi jenis makhluk hidup yang masuk ke dalam satu jenis yang sama memiliki perbedaan. Sebagai contohnya rajawali dan ayam, keduanya merupakan pengelompokan hewan yang masuk dalam jenis aves.

Tetapi keduanya memiliki perbedaan dalam hal makanan, rajawali merupakan hewan karnivora sedangkan ayam merupakan hewan herbivora.

Untuk lebih kenal hewan-hewan, anda bisa kunjungi web horseasy.com, disana akan dibahas lengkap terkait berbagai hewan-hewan yang bisa menjadi rujukan belajar anda. Pokonya belajar mudah dengan teknik menyenangkan.

3. Berdasarkan ciri morfologi dan anatominya

Dalam melakukan klasifikasi makhluk hidup, langkah awal yang dilakukan adalah dengan mengamati ciri morfologinya, seperti penggolongan beberapa tumbuhan berdasarkan bentuk pohon, daun, bunga, warna bunga, dan lainnya.

Setelah ciri morfologi, langkah berikutnya adalah dengan mengetahui ciri anatominya, seperti ada tidaknya sel trakea, kambium, klorofil, sel pengangkut, dan lain sebaganya.

Bisa jadi beberapa jenis makhluk hidup memiliki struktur morfologi yang sama namun memiliki struktur anatomi yang berbeda, atau keadaan sebaliknya.

4. Berdasarkan biokimianya

Klasifikasi makhluk hidup juga dapat dilakukan dengan melihat struktur biokimianya, seperti kandungan enzim, protein, dan jenis DNA yang dimiliki. Ciri biokimia tersebut akan sangat membantu untuk mengetahui kekerabatan antar makhluk hidup.

5. Berdasarkan fungsi dan manfaatnya

Keragaman makhluk hidup yang begitu banyak sudah pasti memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda. Dan perbedaan yang ada dapat digunakan sebagai dasar dalam mengklasifikasikan makhluk hidup.

Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup

tahapan klasifikasi makhluk hidup
nurdian.com

Tahapan dalam mengklasifikasikan makhluk hidup dapat meniru pendapat Linneaus yang dikenal sebagai bapak taksonomi. Tahapan yang dilakukan meliputi berikut ini :

  1. Tahap pertama adalah melakukan identifikasi dengan cara mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup yang akan diklasifikasikan.
  2. Tahap yang kedua adalah melakukan pengelompokan, dilakukan dengan cara mengelompokan makhluk hidup dengan ciri-ciri yang sama dan memasukannya dalam satu takson.
  3. Dan yang terakhir adalah penamaan takson. Jika sudah melakukan dua tahapan di atas, maka yang harus dilakukan adalah memberi nama takson agar mempermudah pngenalan ciri-ciri pada kelompok tertentu.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

sistem klasifikasi makhluk hidup
nurdian.com

Jenis klasifikasi makhluk hidup akan terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut ini merupakan beberapa sistem klasifikasi yang sudah ada sekarang ini :

1. Sistem Klasifikasi Pra-Linnaeus

Pada masa pra-Linnaeus, sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pengamatan terhadap ciri-ciri morfologi pada makhluk hidup. Dalam sistem ini, seorang falsafat asal Yunani, yaitu Aristoteles memiliki peranan besar dalam perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup.

Pada masa ini makhluk hidup baru diklasifikasikan menjadi dua, yaitu klasifikasi  hewan dan klasifikasi tumbuhan yang sudah dilakukan secara terperinci dalam waktu yang sangat singkat.

2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Sistem klasifikasi ini menandai awal mula majunya perkembangan sistem taksonomi. pada masa ini kingdom dibagi menjadi 2 macam,  yaitu kingdom animalia (hewan) dan kingdom plantae (tumbuhan).

Sistem ini mulai diterapkan pada tahun 1735 dan dicetuskan oleh ilmuan asal swedia yang bernama C.Linneaus. Namun, sistem ini juga belum dapat dikatakan sempurna karena masih memiliki beberapa kekurangan, seperti penggolongan yang masih terlalu umum dan kurang spesifiknya penggolangan tersebut.

Meskipun begitu sistem klasifikasi 2 kingdom dianggap sebagai awal mulanya menuju sistem kingdom yang lebih modern.

3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Pada tahun 1866 seorang ilmuwan yang bernama Ernest Haeckel mencetuskan sisitem klasifikasi 3 kingdom yang terdiri dari kingdom animalia (hewan), kingdom plantae (tumbuhan), dan kingdom protista (organisme bersel satu & multiseluler sederhana).

Pada sistem ini juga awal mula ditemukannya makhluk hidup bersel satu dan dimasukan kedalam kingdom protista. Makhluk hidup bersel satu dibagi menjadi 2 filum, yaitu filum Protozoa (makhluk hidup bersel satu yang dapat bergerak) dan filum Thallophyta atau Protophyta (makhluk hidup bersel satu seperti alga dan bakteri).

Dalam kingdom protista terdiri dari hewan dan tumbuhan sekaligus. Dan sayangnya sistem ini juga masih belum sempurna. Karena bakteri merupakan organisme mikroskopis yang tidak memiliki  inti sel sehingga tidak dapat dimasukan ke dalam kingdom manapun.

Namun terlepas dari itu semua sistem klasifikasi 3 kingdom menunjukan adanya kemajuan dalam sistem klasifikasi dari sistem sebelumnya.

4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Copeland dan Whittaker adalah dua totoh ilmuwan yang memiliki peran besar dalam penemuan sistem klasifikasi 4 kingdom. Namun sistem mereka dalam klasifikasi tidaklah sama.

Dalam sistem ini Copeland mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi kingdom Monera, kingdom Protoctista, kingdom Metaphyta, dan kingdom Metazoa. Lain hal dengan Whittaker yang mengklasifikasaikan menjadi kingdom Animalia, kingdom Plantae, kingdom Fungi, dan kingdom Protista.

5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Sistem klasifikasi ini dianggap sebagai penyempurna sistem klasifikasi sebelumnya yang dianggap belum sempurna. Namun, sistem ini ternyata juga belum sempurna karena belum mampu mengklasifikasikan kingdom monera secara tepat.

Sistem ini dikemukakan oleh Robert H. Whittaker dan ia membaginya menjadi kingdom Animalia, kingdom Plantae, kingdom Monera, kingdom Protista, dan kingdom Fungi.

6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Sistem klasifikasi 6 kingdom pertama kali dikemukakan oleh ilmuwan asal Amerika yang bernama Carl Woese pada tahun 1977. Ia mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi kingdom Animalia, kingdom Plantae, kingdom Protista, kingdom Mycota, kingdom Eubacteria, dan kingdom Archaebacteria.

Awal dari munculnya sistemini adalah ditemukannya monera archaebacteria di samudra. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ternyata monera archaebacteria memiliki perbedaan dengan monera eubacteria. Monera archaebacteria lebih menyerupai sel eukariotik.

Namun, pada saat itu banyak ilmuwan yang pro dan kontra terhadap klasifikasi Carl Woese, karena ada yang menganggap bahwa kingdom monera sudah mencakup eubacteria dan archaebacteria dan ada yang menganggap sisitem tersebut sangat membantu dalam proses penelitian kingdom monera yang lebih spesifik.

7. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom

Sistem ini pertama kali dikemukakan oleh ilmuwan yang bernama Cavalier-Smith pada tahun 1998. Kingdom yang ia kemukakan yaitu kingdom Animalia, kingdom Plantae, kingdom Protista, kingdom Chromista, kingdom Eumycota, kingdom Eubacteria, dan kingdom archaebacteria.

Dasar dari sistem klasifikasi ini adalah dua kelas organisme yang ada, yaitu eukariotik dan prokariotik. Organisme eukariotik terbagi menjadi 5 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Protozoa (Protista), Eumycota, dan Chromista. Sedangkan pada organisme prokariotik terbagi menjadi 2 kingdom, yaitu kingdom Eubacteria dan Archaebacteria.

Di dalam klasifikasi ini terdapat jenis kingdom baru, yaitu kingdom Chromista yang memiliki anggota yang berasal dari kingdom fungi dan protista. Anggotanya meliputi Oomycota, Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta.

Pada beberapa jenis organisme tersebut memiliki perbedaan dengan kingdom asalnya, yaitu dalam hal kandungan klorofil (memiliki klorofil a dan c). Dan organisme tersebut tidak menyimpan makanan dalam bentuk kanji tetapi dalam bentuk minyak, dan organisme tersebut mampu menghasilkan sel dengan dua flagella yang berbeda.

Sistem klasifikasi 7 kingdom ini dianggap paling sempurna daripada sistem yang lainnya, karena mampu mengkasifikasikan berbagai jenis kingdom menjadi lebih spesifik.

Metode Klasifikasi Makhluk Hidup

Metode Klasifikasi Makhluk Hidup
nurdian.com

Metode yang dapat digunakan dalam mengklasifikasikan makhluk hidup ada 2, yaitu sebagai berikut :

Metode Empiris

Dalam mengklasifikasikan makhluk hidup menggunakan metode empiris, makhluk hidup akan digolongkan berdasarkan persamaan alphabet tanpa melihat sifat dan ciri-cirinya terlebih dahulu.

Selain itu di dalam metode ini penggolongan suatu makhluk hidup juga dilakukan tanpa melihat apakah ada hubungan antar makhluk hidup, seperti ciri khas, sifat, maupun karakter khusus yang dimiliki.

Metode Rasional

Tentunya metode ini sangatlah berbeda dengan metode empiris dalam sistem penggolongan atau pengelompokannya. Dalam metode raisonal pengelompokan makhluk hidup berdasarkan adanya hubungan yang jelas antar makhluk hidup.

Hubungan tersebut meliputi sifat, ciri khas, dan karakter khusus dari setiap makhluk hidup yang akan dikelompokan. Sehingga akan mendapatkan data yang lebih lengkap serta akurat.

Nah, itulah pembahasan mengenai klasifikasi makhluk hidup yang meliputi pengertian, tujuan, dasar, tahapan, sistem, serta metode dalam pengklasifikasian makhluk hidup. Semoga kawan-kawan semua dapat terbantu dengan artikel ini.

Tinggalkan Balasan