Klasifikasi Jamur, Ciri-ciri, Struktur Tubuh, dan Cara Reproduksi Jamur

Jamur atau juga yang disebut Fungi merupakan regnum dari klasifikasi makhluk hidup eukariotik heterotrof yang cara mencerna makanannya sangat berbeda dengan kingdom animalia, yaitu berada di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisinya dan diedarkan ke dalam sel-selnya. Para ilmuwan kerap menggunakan istilah cendawan sebagai sinonim bagi fungi.

Sebagai organisme heterotrof, jamur atau fungi memperoleh makanan dengan menyerap zat organik di sekitar tempat hidupnya. Nutrisi yang diserap berupa zat organik komplek dan akan diuraikan secara ekstraseluler (di luar sel tubuh) menjadi zat organik yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim hidrolitik.

Ciri-ciri Jamur atau Fungi

ciri-ciri jamur
dunia-mulyadi.com
  1. Eukariotik, setiap sel pada jamur atau fungi memiliki membran inti sehingga dimasukan ke dalam domain eukariotik.
  2. Tubuh Jamur atau Fungi tersusun atas hifa.
  3. Jamur sebagai produser spora, dalam reproduksinya jamur menghasilkan spora yang bermacam-macam. Spora ini juga dapat digunakan sebagai dasar pengelompokan atau pengklasifikasian Kingdom Fungi.
  4. Dinding sel terdiri dari kitin dan selulosa
  5. Umumnya jamur tidak motil
  6. Jamur tidak memiliki klorofil
  7. Jamur merupakan tumbuhan heterotof
  8. Jamur dapat berkembengbiak dengan dengan dua cara, yaitu seksual dan aseksual

Struktur Tubuh Jamur atau Fungi

struktur jamur
slidesplayer.com

Tubuh jamur tersusun dari sel-sel eukariotik yang berupa dinding sel yang mengandung zat kitin dan selulosa. Zat kitin tersusun dari polisakarida yang banyak mengandung nitrogen, bersifat kuat dan fleksibel. Zat kitin pada jamur mirip dengan zat kitin pada kerangka serangga atau Arthropoda lainnya.

Jamur tidak berklorofil, oleh sebab itu jamur tergolong organisme heterotrof. Tetapi meskipun bersifat heterotrof, jamur tidak mencerna makanan di dalam tubuhnya tetapi di luar tubuhnya.

Sel-sel penyusun tubuh jamur berupa hifa, yaitu makroskopis memanjang yang membentuk benang yang terdiri atas satu atau banyak sel yang dikelilingi dinding berbentuk pipa. Hifa pada jamur bercabang-cabang dan membentuk jaringan yang disebut dengan miselium. Dan miselium merupakan jalinan-jalinan yang menyusun tubuh jamur.

Pada beberapa  jenis jamur juga memiliki septa, yaitu sekat-sekat antar sel pada hifa. Septa memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga organel sel dapat mengalir dari satu sel ke sel yang lainnya. Sel pada jamur mengandung beberapa organel eukariotik, seperti mitokondria, ribosom, dan inti sel (nukleus).

Tetapi hifa pada beberapa jenis jamur tidak memiliki sekat, sehingga disebut dengan asepta. Hifa pada jenis jamur ini merupakan massa sitoplasma yang panjang dan mengandung ratusas sampai ribuan nukleus, oleh karena itu disebut hifa senositik. Jumlah inti sel yang banyak berasal dari pembelahan inti sel yang terjadi berulang-ulang tanpa adanya pembelahan sitoplasma.

Hifa yang bercabang-cabang dan membentuk miselium pada jamur memungkinkan terjadinya perluasan permukaan pada bidang absorpsi atau penyerapan, sehingga sangat berguna sebagai alat penyerapan nutrisi.

Dan diperkirakan tanah organik seluas 10 cm3  yang subur dapat ditumbuhi hifa jamur dengan diameter 10 µm sepanjang 1 km. Jamur yang tumbuh sebagai parasit pada organisme lain memiliki hifa yang termodifikasi yang disebut haustorium.

Haustorium adalah ujung hifa yang menembus jaringan inang dan berfungsi untuk menyerap sari makanan dari organisme yang ditumbuhinya. Hifa pada sebagian miselium ada yang berdiferensiasi dan termodisikasi, sehingga membentuk alat reproduksi yang menghasilkan spora. Dan miselium yang dapat menghasilkan spora disebut miselium generatif.

Klasikasi Jamur atau Fungi

klasifikasi jamur
malekbio.blogspot.com

Menurut ilmuwan dari Amerika Serikat yang bernama Campbell, kini telah ditemukan lebih dari 100 ribu spesies jamur. Dan setiap tahunnya para ahli jamur atau ahli Mikologi dapat mengidentifikasikan kurang lebih 1.000 spesies jamur baru.

Kingdom Fungi atau jamur dikelompokan menjadi lima divisio, antara lain Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota, dan Chytridiomycota.

Chytridiomycota merupakan satu-satunya divisio yang sporanya memiliki flanega yang disebut  zoospora. Beberapa ahli berpendapat bahwa 750 spesies dari divisio Chytridiomycota merupakan jamur yang sangat sederhana dan merupakan jamur purba.

Beberapa anggota divisio Chytridiomycota hidup di perairan dan beberapa lagi hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lainnya, yaitu alga atau jamur lainnya. Dan divisio Chytridiomycota merupakan kelompok jamur yang reproduksi seksualnya belum diketahui atau juga disebut jamur imperfect (jamur tidak sempurna). Dan dibawah ini merupakan penjelsan lebih lengkapnya tentang klasifikasi jamur atau fungi.

A. Zygomycota

Para ahli Mikologi telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 600 spesies jamur dari divisio Zygomycota. Jamur pada divisio ini umumnya hidup di darat, di dalam tanah, pada makhluk hidup lain yang telah mati, atau pada makanan yang membusuk.

Contoh jamur pada divisio Zygomycota adalah Rhizopus oligoporus (jamur tempe) dan Rhizopus nigricans.

Ciri-ciri Umum Divisio Zygomycota

  1. Hifa tidak memiliki sekat dan bersifat koesnostik (mempunyai lebih dari satu inti)
  2. Dinding sel tersusun dari kitin
  3. Dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual
  4. Memiliki Rhizoid, bagian hifa yang berfungsi untuk menyerap makanan.

Cara Reproduksi Divisio Zygomycota

Aseksual

  • Ujung hifa membentuk gelembung sporangium dan menghasilkan spora
  • Jika spora jatuh di tempat yang cocok, maka akan tumbuh menjadi hifa-hifa baru
  • Hifa yang bercabnag-cabang akan membentuk miselium
  • Tubuh jamur terdiri atas rizhoid, sporangiofor dengan sporangiumnya, dan stolon
  • Sporangium akan menghasilkan spora baru.

Seksual

  • Dua ujung hifa yang berbeda, yaitu hifa- dan hifa+ saling bersentuhan
  • Kedua ujung hifa akan menggelembung dan membentuk gametangium yang memiliki banyak inti haploid
  • Inti haploid pada gametangium akan melebur dan membentuk zigospora diploid
  • Zigospora akan berkecambah dan tumbuh menjadi sporangium
  • Di dalam sporangium akan terjadi proses meosis dan menghasilkan spora haploid, jika spora haploid keluar dan jatuh pada tempat yang cocok, maka akan tumbuh menjadi hifa.

B. Ascomycota

Ascomycota terdiri dari sekitar 30.000 spesies. Ascomycota juga disebut dengan sac fungi, karena memproduksi spora dari bagian reproduksi seksual yang berbentuk sperti kalung/ sac. Beberapa jenis Ascomycota hidup di dasar hutan dengan humus yang tebal dan membentuk struktur reproduktif berbentuk seperti mangkuk yang terlihat indah.

Contoh jamur dari divisio Ascomycota adalah Sacharomyces, Penicillium chrysogenum, Penicillium notatum, Neurospora sitophillia, Neurospora crassa, Aspergillus wentii, dan Claviceps purpurea.

Ciri-ciri Umum Divisio Ascosmycota

  1. Hifa memiliki sekat dan setiap sel umumnya berinti satu
  2. Bersel satu atau lebih dari satu
  3. Beberapa jenis jamur dari divisio Ascomycota dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru dan membentuk lumut kerak
  4. Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berbentuk gelembung yang berfungsi sebagai tempat reproduksi generatif yang menghasikan askospora.
  5. Dinding sel terdiri dari zat kitin
  6. Bereproduksi secara seksual dan aseksual.

Cara Reproduksi Divisio Ascomycota

Aseksual

  • Bersel Satu atau Uniselluler, bereproduksi dengan cara membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces cereviceae.
  • Bersel Banyak atau Multiselluler, bereproduksi dengan konidispora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai sebanyak empat butir oleh ujung suatu hifa dan hifa tersebut disebut dengan konidiofor. Misalnya pada Penicillium.

Seksual

  • Bersel Satu atau Uniselluler

Konjugasi antara dua gametangia (contohnya dua sel Sacharomyces yang berfungsi sebagai gametangia) yang menghasilkan zigot diploid (2n) dari reproduksinya. Zigot membesar menjadi askus.

Di dalam askus akan terbentuk delapan askospora yang tersusun dalam satu jalur atau dua jalur. Kemudian di dalam askus terjadi meiosis dan menghasilkan empat askospora haploid (n).

  • Bersel Banyak atau Multiselluler
  1. Hifa akan membentuk antheridium dan askogonium (oogonium)
  2. Askogonium kemudian membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang menghubungkan askogonium dengan antherium
  3. Inti-inti pada askogonium berpasangan dan inti tersebut akan membelah dan membentuk hifa dengan satu pasang inti (hifa dikarion = hifa berinti dua)
  4. Hifa dikarion kemudian akan memanjang dan membentuk miselium yang kemudian akan menghasilkan badan buah
  5. Selanjutnya, pada ujung-ujung dikarion akan membentuk askus
  6. Dan yang terakhir, dua inti sel akan bersatu dan melakukan pembelahan meiosis yang akan membentuk askospora yang haploid.

C. Basidiomycota

Divisi Basidiomycota memiliki sekitar 25.000 spesies. Jenis jamur pada divisio ini mudah dikenali karena umumnya memiliki tubuh buah seperti payung. Walaupun sebagian jamur di divisi ini dapat dikonsumsi, namun ada pula yang mematikan seperti jamur dari genus Amanita verma yang mengandung racun yang sangat mematikan.

Dan beberapa jamur dari divisio Basidiomycota sangat membahayakan bagi tumbuhan dan dapat menyebabkan kematian pada tumbuhan. Contoh divisio Basidiomycota, yaitu

  • Volvariella volvacea (jamur merang), dapat dimakan
  • Auricularia polytricha (jamur kuping), dapat diamakan
  • Amanita caesarina, dapat dimakan
  • Amanita verma, beracun
  • Ganoderma applanatum (jamur kayu)
  • Puccinia graminis, parasit pada Gramineae
  • Puccinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah
  • Phakospora pachyrhizi, parasit pada tanaman kedelai

Ciri-ciri Umum Divisio Basidomycota

  1. Hifanya bersekat dan memiliki inti haploid
  2. Mempunyai tubuh buah (basidiokarp) yang bentuknya menyerupai payung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran atau bilah yang menjadi tempat terbentuknya basidium.
  3. Bereproduksi secara aseksual dan seksual
  4. Memiliki miselium yang terdiri dari 3 macam, yaitu
  • Miselium primer, miselium yang sel-selnya hanya berinti satu hasil dari pertumbuhan basidospora.
  • Miselium sekunder, miselium yang sel-selnya berinti dua.
  • Miselium tersier, miselium yang terdiri dari miselium sekunder yang membentuk jaringan teratur pada pembentukan basidiofor dan menghasilkan basidospora.

Cara Reproduksi Divisio Basidomycota

Aseksual

Dengan cara membentuk spora vegetatif yang berupa konidia atau juga bisa dengan cara fragmentasi.

Seksual

  1. Spora berinti haploid+ dan haploid- akan tumbuh menjadi hifa+ dan hifa-, dan akan melebur menjadi hifa dikariotik dengan dua inti
  2. Hifa dikariotik akan tumbuh menjadi miselium dan akhirnya membentuk tubuh buah atau basidiokarp
  3. Ujung-ujung hifa pada basidiokarp akan menggelembung (basidium) dan dua inti haploid tadi akan menjadi satu inti diploid
  4. Inti diploid akan membelah secara meiosis menjadi empat inti haploid. Basidium akan membentuk empat tonjolan yang masing-masing tonjolan memiliki satu haploid dan berkembang menjadi spora (basidiospora)
  5. Basidiospora yang telah masak akan terlepas dari basidium dan akan tumbuh menjadi hifa jika jatuh pada tempat yang cocok.

D. Deuteromycota

Divisio Deuteromycota bukan kelompok jamur yang sebenarnya dalam klasifikasi jamur atau fungi. Jamur Deuteromycota merupakan jamur yang berkembangbiak dengan konidia dan sampai saat ini belum diketahui tahapan seksualnya. Pada jenis jamur ini tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk ke dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiumycota.

Setiap jenis jamur yang sudah diidentifikasi tetapi masih belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokan dalam deuteromycota oleh sebab itu Deuteromycota disebut dengan jamur tidak sempurna atau fungi imperfect. Contoh jamur Deuteromycota yaitu

  • Epidermophyton floocosum, jamur yang menyebabkan kutu air
  • Epidermophyton microsporum, jamur yang menyebabkan kurab
  • Melazia fur-fur, jamur penyebab panu
  • Altenaria Sp, jamur yang hidup pada tanaman kentang
  • Fusarium, jamur yang hidup pada tanaman tomat
  • Trychophyton tonsurans, jamur yang menimbulkan ketombe di kepala.

Ciri-ciri Umum Divisio Deuteromycota

  1. Memiliki hifa yang bersekat dan dinding sel tersusun atas kitin
  2. Terbentuk spora vegetatif dan belum diketahui reproduksi seksualnya
  3. Reproduksi aseksual dengan konidium
  4. Umumnya jenis jamur ini bersifat merusak makhluk hidup lainnya.

Cara Reproduksi Divisio Deuteromycota

Aseksual

Dengan cara aseksual atau vegetatif  menghasilkan konidia. Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensias.

Seksual

Sampai saat ini belum diketahui cara reproduksi seksualnya.

E. Chytridiomycota

Divisio Chytridiomycota merupakan kelompok jamur yang bereproduksi dengan zoospora. Divisio ini sering disebut sebagai peralihan antara kingdom protista dan fungi. Jenis jamur ini dinyatakan termasuk ke dalam kingdom fungi setelah melakukan perbandingkan susunan DNA pada divisi tersebut.

Contoh divisio chytridiomycota yaitu Synchytrium endobioticum (patogen pada umbi kentang), Chytridium, dan  Physoderma maydis (noda pirang pada jagung)

Ciri-ciri  Umum Divisio Chytridiomycota

  1. Sebagian besarjenis jamur ini hidup di dalam air
  2. Beberapa jenis jamur ini bersifat saprofitik
  3. Bersifat parasit pada invertebrata yang hidup di air
  4. Mendapatkan nutrisi dengan cara absorpsi atau menyerap
  5. Dinding sel tersusun atas kitin
  6. Memiliki hifa senositik
  7. Bereproduksi dengan cara membentuk zoospora berflagel.

Nah, itu penjelasan tentang klasifikasi jamur atau fungi mengenai spesiesnya, ciri-ciri, dan cara reproduksi divisio tersebut.

Tinggalkan Balasan