Kenangan Di Masa Sekolah

masa sekolah-compusiciannews.com
compusiciannews.com

Masa sekolah. Masa belajar dimana kita tidak berpikir mendapatkan uang. Yang ada hanya belajar dan bermain dengan penuh candatawa. Dan masalah terberat ialah jika lupa mengerjakan PR. Kita akan mencari contekan untuk menyelesaikannya agar tidak dihukum guru.

Tak mengerti cara berfikir orang-orang dewasa. Bagaimana dan dengan cara apa orang tua kita membiayai kehidupan kita. Dan setiap do’a yang selalu mereka ucapkan agar kita mudah dalam belajar. Kita yang hanya ingin segera dewasa tanpa tahu bagaimana ke depannya.

Dan inilah kisahku ketika masih mengenakan seragam sekolah. Begitu banyak cerita yang mungkin tak kuingat semuanya. Karena begitu cepat waktu berlalu.

Sekolah Dasar (SD), Masa sekolah pertama

upacara-sdnbaktijaya1.wordpress.com
sdnbaktijaya1.wordpress.com

Masa sekolah dimana setiap hari senin dilaksanakan upacara bendera. Aku bersekolah di SD yang masih satu desa dengan rumahku. Hanya berjarak kira-kira 300 meter dari rumahku. Aku mulai belajar di sekolah ini mulai dari kelas satu. Dengan mengenakan seragam kemeja yang dimasukan ke dalam celana. Serta celana yang panjang tidak ke lutut.

Begitu banyak yang tak kuingat di masa ini. Banyak kejadian memalukan yang ku alami, seperti di hukum saat upacara, dihukum di depan kelas, saling ejek nama orang tua, dan bertengkar hingga menangis.

Selalu memilih tempat duduk paling belakang ketika masuk kelas. Entah kenapa itu kami lakukan, sampai sekarang belum tahu alasannya.

Dari kelas satu naik ke kelas dua tidak banyak perubahan pada masa ini. Hanya tulisan yang sedikit bagus dan lancar membaca. Tapi masih sulit membedakan antara huruf B dan D.

Naik ke kelas tiga, materi belajar sudah mulai agak sulit. Mata pelajaran matematika menjadi momok pada masa itu. Seragam yang ku kenakan semakin kecil atau aku yang semakin tumbuh besar. Mungkin ini kode minta seragam baru, hehe.

Kelas empat, waktu memulai persaingan dalam belajar. Mulai pelit ketika teman mau mencontek soal yang diberikan guru. Bila ada yang mencontek kita laporkan ke guru. Dan mendapatkan rangking tiga besar adalah suatu kebanggaan.

Mulai agak gaul, kemeja selalu di keluarkan dari celana jika di belakang guru. Selalu terlihat rapi ketika di depan guru. Pegelangan tangan memakai gelang dari karet seharga lima ratus rupiah biar terlihat keren.

Masa akhir kelas lima dan kelas enam, semuanya mulai mengenal kata cinta. Walaupun kita belum tahu arti maknanya. Bisa dibilang dengan sebutan cinta monyet. Banyak cewe populer di sekolahku yang mulai di perebutkan. Ada yang cari perhatian atau bahasa gaulnya caper ketika di depan cewe idolanya.

Saling berebut hingga bertengkar untuk mendapatkannya adalah hal yang biasa ketika itu. Tapi ada juga yang hanya berani memendam perasaannya, termasuk diriku, hehe.

Detik-Detik Berakhinya Masa Sekolah Di SD

masa sd- pinterest.com
pinterest.com

Namun mendekati masa akhir sekolah semua sedikit berubah. Yang dulu gak pernah memperhatikan pelajaran menjadi perhatian. Yang suka gojek di dalam kelas menjadi serius. Sering belajar kelompok ketika ada PR. Walau pada akhirnya mengerjakan cuma satu orang dan yang lainnya mencontek.

Dan ketika Ujian Akhir Sekolah (UAS) tiba, kami menjadi sangat rajin belajar. Suana sekolah yang biasanya begitu ramai menjadi tenang. Para siswa menjadi kutu buku dadakan. Semua kami lakukan karena takut apabila tidak lulus.

Hari demi hari terus berlanjut hingga Ujian Akhir Sekolah pun selesai. Tapi hati masih berdebar-debar menunggu pengumuman kelulusan. Waktu pengumuman pun tiba dan hati masih belum lega, sebelum mendengar kata LULUS.

Akhirnya saya dinyatakan lulus, dan mendapatkan rangking satu paralel di sekolahku. Syukur alhamdulillah kepada Allah pun kuucapkan. Begitu senang begitu juga dengan kedua orang tuaku yang senantiasa menyemangatiku.

Madrasah Tsanawiyah (Mts)

smp-smpndolopo .wordpress.com
smpndolopo .wordpress.com

Setelah lulus dari SD, biasanya akan disibukan untuk mencari selokah lanjutkan. Dan saya pun memilih Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Surakarta sebagai sekolah berikutnya. Meskipun sebenarnya itu pilahan orang tua saya.

Ketika tiba waktu pendaftran. Saya ditemani kaka saya menuju ke sana dengan membawa syarat pendaftaran lengkap . Alhamdulillah, saya langsung diterima tanpa harus mengikuti test. Karena saya mendapatkan rangking satu. Untuk anak yang mendapatkan rangking satu sampai lima akan diterima langsung.

Setelah mengikuti Masa Orientasi Siswa atau MOS dan pembagian kelas, masa sekolah di sanapu dimulai. Setiap hari harus bangun pagi mengingat sekolahku yang jauh dari rumah. Dengan sepada aku berangkat ke sekolah. Jalanan yang macet kadang membuatku datang terlambat.

Selama bersekolah  tiga tahun di sana saya berada tiga kelas dengan teman yang berdeba. Di kelas satu saya berada di kelas C. Di kelas dua berada di kelas D dan merupakan kelas unggulan di masanya. dengan teman yang berbeda pula karena setiap naik kelas akan di acak. Untuk di kelas terakhir yaitu kelas tiga, saya berada di kelas D juga.

Dan di kelas terakhir pula saya menemukan seseorang yang sangat istimewa. Hari demi hari kita kian saling mengenal lebih dekat. Sering membahas soal matematika yang sulit bersama-sama.

Itu kami sering kami lakukan. kami saling membantu jika merasa kesulitan dalam berbagai hal. Hingga kami menjadi rival unutk menjadi juara kelas. Namun akhirnya dialah yang menjadi juara di kelas dan saya berada di bawahnya.

Dan hal yang paling berat adalah ketika kelulusan tiba. Kita harus berpisah untuk melanjutkan ke sekolah jenjang selanjutnya yang berbeda. Tapi kami tetap menjadi sahabat sampai sekarang dan terus berkomunikasi lewat hp.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

sma2-majalahouch.com
majalahtouch.com

Setelah lulus dari MTs sebenarnya saya gak berminat masuk SMK tapi masuk SMA. Tapi bapak saya inginnya saya sekolah di SMK. Jadi saya turutin aja, toh bapak saya juga yang membiayai sekolah saya.

Dan saya disuruh mendaftar di SMKN 2 Surakarta. Saya datang sendiri ketika mendaftar disana dengan naik sepeda onthel. Ketika masuk ke sekolah tersebut, tanpa berpikir panjang langsung mendaftarkan ke kejuruan Teknik Pemesinan (TPM).

Hal itu saya lakukan karena belum ada persiapan kejuruan apa yang akan saya pilih. Dan tempat pendaftaran pertama yang saya lihat adalah kejuruan Teknik Pemesinan. Setelah menjalani berbagai seleksi dan test akhirnya saya diterima.

Di sana 90% siswanya seorang laki-laki. Kalau ada siswa perempuan, mungkin dia salah alamat, hehe. Dan siswa perempuan terbanyak berada di kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Masa sekolah di smk kami mulai jarang belajar dan banyak yang tidur ketika guru sedang mengajar. Ketika guru sedang mangajarpun kami sering izin ke kamar mandi, padahal itu hanya alasan saja agar bisa jajan ke kantin.

Kadang para guru marah pada kita karena terlambat masuk ke kelas ketika pelajarannya. Kita lebih asyik main sepakbola di lapangan basket samping kelas daripada belajar bersama guru. Padahal para guru ingin kita pandai dan pintar unutk masa depan kita.

Setiap pagi antrian panjang selalu terlihat, karena absensi sudah modern dengan menggunakan finger print. Dua bulan sekali para guru melakukan pengecekan rambut, untuk memastikan tidak ada yang rambut siswa yang panjang. Rambut kita harus potongan cepak seperti TNI.

Jika rambut kita panjang maka akan potong oleh tukang cukur yang telah di panggil dengan membayar Rp 3.500. Dan itu sangat menguras uang saku saya, mengingat uang saku hanya Rp 5.000. Dan tentu itu hanya untuk siswa laki-laki saja.

Dan yang paling menyebalkan adalah ketika para pak polisi depan sekolah, melakukan razia di sekolah kami. Gimana gak banyak yang kena coba? rata-rata kan belum memiliki kartu SIM. Tapi untungnya saya hanya menpunyai onthel untuk ke sekolah, haha.

Semua kenangan ketika masa sekolah, dari SD sampai SMk memliki ceritanya sendiri. Yang membuat kita tersenyum-senyum sendiri jika mengingatnya. Dan akan menjadi suatu inspirasi dan motivasi hidup kita untuk selamanya.

Tinggalkan Balasan