Kenangan Waktu Kecil Di Kampung Halaman

anak anak
hipwee.com

Kampung Halaman – Mengingat umurku yang semakin menua, tepatnya diumur 24 tahun. Mungkin banyak hal terlupakan di masa kecilku. Mulai dari kondisi desa, kegiatan setiap harinya, maupun permainan anak-anak yang sering dilakukan masa kecil dulu. Rasanya terlalu janggal bila dilupakan, mengingat banyak kenangan indah dan menyenangkan di masa itu.

Dimana di masa itu banyak anak-anak yang lebih suka bermain bersama teman-temannya. Tidak seperti di masa sekarang ini yang lebih asyik bermain dengan gadgetnya. Itulah mengapa saya mencoba untuk mengingat-ingatnya dan menyimpannya melalui tulisan ini. Untuk diceritakan kepada anak dan cucu suatu saat nanti.

Dari dulu saya bukanlah seorang yang pede tampil di depan orang dewasa, mungkin masih saya rasakan sampai sekarang. Apalagi disuruh berpidato di depan umum atau di atas panggung, mungkin saya demam panggung. Tapi diantara teman seumuranku, memang sayalah yang paling penakut, misal memanjat pohon saja gak berani, hehehe. Berani sih, tapi kalau kepepet.

Table of Contents

Kondisi Lingkungan Kampung Halaman

desa kampung halaman
temanggung,go.id

Masih teringat betul bagaimana kondisi kampungku kala itu. Masih banyak kebun yang sering saya dan kawan-kawan gunakan untuk bermain petak umpet serta  jalanan yang masih berupa pasir dan bebatuan. Di depan rumahku masih berupa bentangan persawahan yang sangat luas. Tidak seperti sekarang yang padat akan perumahan dan bangunan perusahaan. Jalan-jalan sudah berupa cor beton dan aspal.

Ingatan yang paling jelas di ingatku ialah ketika musim menanam padi. Disitu para petani membajak sawah dengan traktor penuh semangat. Sedangkan saya bersama anak-anak yang lain dengan gembiranya bermain lumpur dan air dengan melepas baju hanya mengenakan celana saja di batas antar sawah atau ditempatku sering disebut galengan.

Selain asyik bermain lumpur dan air. Saya dan kawan-kawan juga berebut menangkap ikan yang tersapu ombak air karena traktor. Waktu itu ikan-ikan masih banyak dan mudah didapat karena air sungai belum tercemar limbah pabrik. Dan itulah masa dimana sungai menjadi tempat mandi.

Lomba 17 Agustus Di Kampung Halaman

lomba di kampung halaman idntimes,com
idntimes,com

Setiap pada bulan Agustus pasti di kampungku akan diadakan lomba untuk memperingati hari kemerdekaan negara tercinta, Republik Indonesia. Lomba dapat diikuti dari semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Lomba untuk anak-anak berupa, balap karung, makan kerupuk, memecah air dalam plastik, memasukan belut ke dalam botol, memasukan pensil ke dalam botol, tarik tambang dan masih banyak lagi.

Untuk kalangan remaja dan orang tua laki-laki berupa lomba, panjat pinang, lari marathon, sepak bola memakai sarung , berjoget, salah satu lomba yang paling asyik, dan masih ada yang lainnya. Sedangkan untuk kalangan remaja dan orang tua perempuan berupa lomba,  nyunggi tampah yang berisi beberapa bola plastik, memasak, balapan bakiak, memasukan belut ke dalam botol, dan lainnya.

Sebelum pelaksanaan lomba , biasa diadakan rapat warga di gedung pertemuan yang terletak di samping rumahku. Rapat tersebut guna membentuk panitia dan waktu pelaksaan lomba. Lomba biasanya dilaksanakan pada awal bulan, antara tanggal 8-14 Agustus. Biasanya saya selalu ikut serta mengikuti semua perlombaan yang ada, meskipun jarang sekali naik ke podium, hehehe.

Dan untuk pembagian hadiah bagi para juara akan diumumkan dan dibagikan pada malam tirakatan disertai makan bersama seluruh warga.

Sepak Bola Ala Sabin

main bola - cdn.brilio.net
cdn.brilio.net

Siapa sih yang gak tau sepak bola? Suatu permainannya yang penggemarnya hampir diseluruh belahan dunia. Itulah permainan yang paling sering saya dan kawan-kawan lakukan setiap sore selain hari senin, rabu, dan jum’at. Karena pada hari itu kami harus mengikuti TPA di masjid Ar- Rahman.

Kita menyebut nya liga sabin, ya karena tempatnya di sawah. Sabin dalam bahasa jawa beararti sawah.

Permainan sepak bola biasanya kami lakukan di sawah yang sudah tidak ditanami lagi, tapi kami menyebutnya lapangan. Tempat itulah bukti bisu kegembiraan, canda tawa kami ketika bermain sepak bola. Kami berangkat bersam-sama ke lapangan ba’da sholat ashar .

Untuk pembagian tim biasa ada dua orang yang melakukan suit, yang menang memilih 1 anggota dahulu kemudian baru yang kalah, begitu seterunya sampai terbagi sama banyaknya. Sedangkan untuk tiang gawang kami hanya memakai sandal atau ranting pohon yang kali letakan selebar tiga langkah kaki.

Waktu untuk permaianan kami mulai sesudah pembagian tim dan tanpa ada waktu jeda atau yang disebut halftime. Permainan akan lebih seru ketika hujan turun. Peluit tanda pertandingan selesai ialah suara adzan maghrib. Setelah terdengar adzan maghrib kami langsung bergegas pulang tanpa menunggu teman yang lain.

Main Petasan Di Jalanan

petasan di kampung halaman
wartablora.com

Ketikan bulan Ramadhan tiba biasanya kegiatan yang kami lakukan sehabis sholat subuh ialah jalan-jalan sambil menyalakan petasan. Malam sebelumnya kami patungan untuk membeli banyak petasan kemudian habis subuhnya pergi bersama-sama ke tempat dimana biasanya anak-anak menyalakan dan saling lempar petasan.

Terkadang jika kami tidak memiliki uang untuk membeli petasan, kami membuat beberapa meriam yang terbuat dari bambu atau di tempat kami disebut long bumbung. Dan bahan bakar yang digunakan ialah minyak tanah yang kita ambil dari kompor sumbu di rumah.

Kita sering kena marah orang tua kita jika ketahuan mengambil minyak tanah, jadi kita mengambilkan secara sembunyi-sembunyi biar tidak ketahuan. Dari karya seni kita bersama yang berupa long bumbung itu kita bisa main sepuasnya sampai siang, bahkan kadang-kadang kita lanjutkan sore harinya.

Atau juga kita bisa membuat petasan dari busi bekas sepeda motor yang sudah tidak terpakai. Busi itu kita dapatkan dengan meminta pada bengkel sepeda motor terdekat. Untuk mengunakannya cukup masukan serbuk korek api ke dalam lubang busi kemudian tutup dengan baut, lalu lempar ke atas, dan akan berbunyi setelah busi jatuh ke bawah. Itulah kreatifnya anak-anak 90-an.

Mainan Musiman

Anak-anak tahun 90-an, adalah genarasi yang sangat beruntung karena dapat merasakan berbagai macam permainan yang berganti setiap musimnya. Sangat berbeda dengan anak-anak jaman now yang lebih senang mengerakan jari untuk bermain dengan gadgetnya. Berikut beberapa permainan musiman yang pernah saya rasakan.

  • Gambaran atau poster
gammbaran- jejak dunia .com
jejakdunia .com

Cara bermainnya dengan cara umbul atau kasutan yang bisa dilakukan beberapa orang dalam satu permainan. Biasanya pemain membawa banyak poster dan apabila kalah akan terus mangajak bermain sampai menang atau balik modal. Tapi kenyataannya posternya malah habis tinggal dua lembar atau tanpa sisa.

  • Layang-layang
layangan-Gulalives.com
gulalives.com

Musim layang-layang telah tiba. Seperti biasanya saya dan kawan-kawanku selalu bermain layang-layang sehabis ashar. Kami bermain di halaman masjid dan kadang di sawah. Dengan membawa senar yang digulungkan ke kaleng bekas. Layangan yang kami ikatkan di pundak, rasanya gagah sekali. Apalagi kalau layangan yang besar dan buatan sendiri.

  • Kelereng
kelereng-dzargon.com
dzargon.com

Tentu kalian semua tau yang namanya kelereng. Permainan yang dimainkan di atas tanah langsung, bukan di atas aspal, paving, apalagi di atas genting, hehe. Dimainkan dari pagi sampai sore, kadang sore lanjut lagi sehabis ashar hingga hampir petang. Membuat kita lupa mandi, lupa makan, sampai lupa mengerjakan PR. Tapi tetap asyik dimainkan ketika musimnya tiba.

Masih banyak lagi permainan lainnya yang hanya anak 90-an tau. Jadi berbanggalah anak 90-an karena hanya kita yang merasakan indahnya bermain bersama kawan-kawan. Tanpa gadget kita selalu bisa berkumpul tanpa ada pemberitauan dahulu.

Tinggalkan Balasan