√ Pembahasan Kalimat Majemuk Lengkap beserta Contohnya

Halo para sahabat, ada yang udah tau enggak apa itu kalimat majemuk ? mungkin kebanyakan dari kita udah banyak yang tau mengenai kalimat majemuk. Kalau masih ada yang belum tau, silahkan simak artikel ini yah.

Karena di sini kita akan membahas secara detail mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, pola, bagaimana penggunaan kata ganti dan huruf kapital, serta contoh-contoh kalimat majemuk.

Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk
pelajaran.id

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk merupakan suatu kalimat yang tersusun dari dua pola kalimat atau lebih, yang merupakan induk kalimat dan anak kalimat.

Bagaimana cara membedakan antara induk kalimat dan anak kalimat ?

Cara membedakan antara induk kalimat dan anak kalimat dengan melihat letak konjungsi atau kata penghubung. Induk kalimat tidak memuat konjungsi di dalamnya, karena konjungsi hanya digunakan pada anak kalimat.

Ciri-ciri Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu :

  1. Meliki induk kalimat dan anak kalimat.
  2. Terdapat perluasan kalimat dari penggabungan kalimat inti.
  3. Perluasan dari kalimat inti menghasilkan pola kalimat baru.
  4. Memiliki subjek atau predikat lebih dari satu.

Jenis-jenis Kalimat Majemuk

Setiap kalimat majemuk memiliki kata penghubung atau konjungsi yang berbeda-beda. Sehingga jenis kalimat majemuk tersebut dapat diketahui dengan cara melihat konjungsi yang digunakan. Jenis-jenis kalimat majemuk adalah sbagai berikut :

  1. Kalimat majemuk Setara
  2. Kalimat Majemuk Bertingkat
  3. Kalimat Majemuk Campuran
  4. Kalimat majemuk Rapatan

Kalimat Majemuk Setara

kalimat majemuk setara
ilmubindo.com

Kalimat majemuk setara merupakan kalimat yang tersusun dari dua klausa yang sifatnya sederajat dan digabungkan melalui konjungsi.

Artinya, kedua klausa bersifat koordinatif sehingga masing-masing dapat berdiri menjadi kalimat sendiri apabila konjungsinya dilepaskan. Konjungsi yang biasa menggabungkan dua atau lebih klausa pada kalimat ini berupa “dan”, “lalu”, “kemudian”, “ketika”, “setelah”, “sebelum”, dan “sedangkan”.

Contoh :

Nani memasak di dapur sedangkan Nana tidur di ruang tamu.

  • Nani memasak di dapur.
  • Nana tidur di ruang tamu.

Rudi pandai melukis dan Ali pandai menulis.

  • Rudi pandai melukis.
  • Ali pandai menulis.

Kalimat majemuk setara sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Kalimat Majemuk Setara Sejalan

Jenis kalimat ini merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa klausa yang kedudukannya bersifat setara.

Contoh :

  • Ari berangkat kuliah sedangkan Cika berangkat sekolah.
  • Dinda menyapu halaman rumah dan Shafira membersihkan dapur.
  • Aji mendapatkan hadiah bola basket dan Intan mendapatkan hadiah baju baru.
  • Saya membuat kerajinan tangan dari bambu, Rino membuat dari kain flanel, sedangkan Enggar membuat dari botol plastik bekas.
  • Siti adalah anak yang terpandai di kelasnya bahkan dia juga merupakan bintang di sekolahnya.
  • Syaifa membereskan tempat tidurnya kemudian dia mencuci baju kotornya.
  • Petani selalu membajak sawahnya lalu mereka menanam padi di atasnya.
  • Aku tertidur pulas di kamar ketika ibuku pulang dari tempat kerjanya.

2. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan

Jenis kalimat ini merupakan kalimat yang tersusun dari beberapa klausa yang isinya menyatakan situasi atau kondisi yang berlawanan.

Contoh :

  • Santi anak yang sangat pandai tetapi dia berasal dari keluarga yang kurang mampu.
  • Aku ingin sekali membeli baju baru tetapi aku tidak memiliki uang yang lebih.
  • Safitri mengerjakan tugas kimia dengan sangat rajin sedangkan teman-temannya tidak mengerjakannya.
  • Bukan Indah yang membersihkan ruang kelas itu melainkan Firman lah yang membersihkannya.
  • Kemarin aku tidak pergi ke rumah nenek melainkan aku pergi ke rumah temanku.
  • Arya sangat buruk dalam hal berhitung tetapi dia sangat baik dalam hal mengingat.
  • Nurlita sangat senang membantu ibunya memasak sedangkan Hikmah tidak suka membantu ibunya memasak.
  • Wawan adalah anak yang sangat berani tetapi dia tidak suka bertengkar.

3. Kalimat Setara Sebab Akibat

Jenis kalimat ini merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa klausa tunggal yang bagian satunya berisi sebab akibat dari bagian yang lainnya.

Contoh :

  • Arsyad rajin berlatih olahraga lari sehingga dia menjadi lari terbaik di Indonesia.
  • Citra suka sekali berbuat jahil kepada teman-temannya, akibatnya dia tidak mempunyai teman.
  • Musim kemarau yang terjadi saat ini sangat panjang, akibatnya sungai-sungai pun mengering.
  • Pinokio suka sekali berbohong karenanya dia mempunyai hidung yang sangat panjang.
  • Si kancil lengah ketika sedang minum di sungai, akibatnya dia diterkam oleh buaya.
  • Dian tidak mengerjakan PR lalu ibu guru menghukum dan memarahinya.
  • Semua sungai mengalami kekeringan akibatnya para petani mengalami gagal panen.
  • Lukisan itu dibuat dengan sangat teliti dan hati-hati akibatnya lukisan itu mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.

Kalimat Majemuk Bertingkat

kalimat majemuk bertingkat
ilmubindo.com

Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa klausa tunggal yang kedudukannya tidak setara. Kalimat majemuk bertingkat kedudukan klausa-klausanya bertingkat sebagai hasil perluasan terhadap salah satu unsur sehingga membentuk pola klausa baru.

Ada salah satu unsur yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan unsur yang lainnya berkedudukan sebagai anak kalimat. Pada salah satu klausa atau anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri. Dengan kata lain jika dipisahkan klausa tersebut tidak memiliki makna.

Kata penghubungnya berupa “jika”, “ketika”, “walaupun”, “bagaikan”, “bahwa”, “sebab”, “sehingga”.

Kalimat majemuk bertingkat sendiri dibagi menjadi 13 jenis, yaitu

1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “ketika”. Karena berhubungan dengan waktu.

Contoh : Saya sudah tidur, ketika ayahku pulang.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “jika”, “seandainya”, “asalkan”, “apabila”, “andaikan”.

Contoh : Jika saya mendapatkan rangking 1 pararel, saya akan melanjutkan di sekolah favorit.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

Pada kalimat ini, konjungsi yang spaling ering digunakan adalah “agar”, “supaya”, “biar”.

Contoh : Shafira sengaja tidur lebih awal agar dia bisa bangun pagi untuk belajar.

4. Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “walaupun”, “meskipun”, biarpun”, “kendatipun”.

Contoh : Walaupun Icha sedang sakit, dia tetap selalu tersenyum.

5. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “sebab”, “karena”, “oleh karena”.

Contoh : Aku sedang bersedih, sebab orang yang aku sayangi tidak menyayangi ku.

6. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “ibarat”, “seperti”, “bagaikan”, “laksana”, “sebagaimana”, “lebih baik”.

Contoh : Dari pada saya bermain game, lebih baik saya belajar lebih giat.

7. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “sehingga”, “sampai-sampai”, “maka”.

Contoh : Leni begitu pintar, sehingga dia memenangkan lomba cerdas cermat itu.

8. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “dengan”.

Contoh : Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk membiayai sekolahnya.

9. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “seolah-olah”, “seakan-akan”.

Contoh : Indah hanya diam saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

10. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “padahal”, “sedangkan”.

Contoh : Andi tetap bekerja, padahal dia sedang sakit.

11. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Hasil

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “makanya”.

Contoh : Doni seorang pemalas, makanya nilai ulangannya selalu jelek.

12. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “bahwa”.

Contoh : Nilai ijazahnya menunjukkan bahwa Arya benar-benar siswa yang pandai di sekolahnya.

13. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Atribut

Pada kalimat ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “yang”.

Contoh : Dia yang sedang berenang itu adalah teman saya.

Kalimat Majemuk Campuran

kalimat majemuk campuran
ilmubindo.com

Kalimat majemuk campuran terbentuk dari gabungan kalimat majemuk setara atau rapatan dengan kalimat majemuk bertingkat. Umumnya di dalam kalimat majemuk campuran, terdapat paling sedikit tiga kalimat tunggal.

Kalimat majemuk campuran mempunyai tiga klausa atau lebih yang berperan satu sebagai induk kalimat dan klausa yang lainnya sebagai anak kalimat.

Pada kalimat majemuk campuran mempunyai dua buah konjungsi atau lebih yang menghubungakan antar klausa. Hubungan antar klausa pada kalimat majemuk campuran bersifat setara dan juga bertingkat.

Contoh :

Ibu sedang memasak di halaman ketika ayah sedang membaca koran sedangkan adik tidur dengan lelap.

  • Ibu sedang memasak di dapur
  • Adik tidur dengan lelap
  • Ayah sedang membaca koran

Ibu guru mengumumkan bahwa hari ini akan diadakan ulangan matematika dan kami semua sangat kaget mendengarnya.

  • Ibu guru mengumumkan berita itu
  • Hari ini akan diadakan ulangan matematika
  • Kami semua sangat kaget mendengarnya

Berikut ini merupakan jenis-jenis kalimat majemuk campuran :

1. Kalimat Majemuk Campuran 1 Induk Kalimat dan 2 Anak Kalimat

Pada kalimat ini hanya mempunyai sebuah kalimat tunggal sebagai induk kalimat atau inti pokok dari sebuah kalimat.

Contoh :

Mereka telah mengadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang dihadiri oleh seluruh masyarakat serta dihadiri oleh seluruh pejabat pemerintahan Surakarta.

Inti pokok dari kalimat tersebut adalah mereka telah mengadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Sedangkan kalimat yang lainnya merupakan kalimat penjelas atau yang disebut sebagai anak kalimat.

2. Kalimat Majemuk Campuran 2 Induk Kalimat dan 1 Anak Kalimat

Pada kalimat ini mempunyai dua induk kalimat yang menjadi inti dari sebuah kalimat dan satu anak kalimat sebagai kalimat penjelasannya.

Contoh :

Seorang ayah mengajarkan rasa tanggungjawab dan seorang ibu mengajarkan rasa kasihsayang agar anak-anak mereka menjadi anak-anak yang baik.

Inti dari kalimat diatas adalah seorang ayah mengajarkan rasa tanggungjawab dan seorang ibu mengajarkan rasa kasihsayang. Sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas atau yang biasa disebut dengan anak kalimat.

Kalimat Majemuk Rapatan

kalimat majemuk rapatan
ceritaihsan.com

Kalimat majemuk rapatan merupakan kalimat yang terbentuk dari kalimat majemuk setara yang dirapatkan bagian-bagiannya karena kata-kata dalam kalimat tersebut menduduki posisi yang sederajat.

Bagian yang dirapatkan dapat berupa subjek atau predikat. Dan perapatannya dilakukan dengan cara menghilangkan unsur-unsur yang sama.

Pada jenis kalimat ini kalimat dapat dipisahkan menjadi dua buah kalimat tunggal atau lebih, dengan menggunakan tanda koma dan konjungsi.

Contoh :

  • Saat kebakaran itu terjadi, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban.
  • Joni selalu sarapan sebelum berangkat kerja, meskipun hanya roti dan air putih saja.
  • Sebenarnya Arya merupakan anak yang pandai, tetapi sayangnya malas sehingga kepandaiannya menjadi sia-sia.

Itulah pembahasan lengkap mengenai kalimat majemuk, semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman dan artikel ini dapat membantu dalam pendidikan.

Tinggalkan Balasan