Kalimat Efektif – Pengertian, Ciri-Ciri, Prinsip, dan Contohnya

Kalimat Efektif- Sebenarnya membuat sebuah kalimat bukanlah suatu hal yang sulit bagi teman-teman. Kalimat itu bisa teman-teman buat dengan cara yang mudah dan tidak perlu ribet ataupun susah. Sedangkan yang dimaksud dengan Kalimat adalah gabungan dua kata ataupun lebih.

Baik itu dalam bentuk lisan maupun tulisan yang disusun sesuai pola tertentu sehingga membentuk dan memiliki sebuah arti. Kalimat yang baik dan benar tentunya mempunyai ciri-ciri tertentu, yaitu mengandung unsur-unsur seperti S (Subjek), P (Predikat), O (Objek), dan K (Keterangan), atau disingkat menjadi pola S-P-O-K.

Pada umumnya, sebuah kalimat dapat dibuat dengan hanya menggunakan klausa yang terdiri dari subjek dan predikat saja. Atau mungkin terkadang dapat ditambah dengan objek, pelengkap, atau keterangan yang diakhiri dengan tanda baca (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!).

Salah satu yang jadi masalah utama seorang penulis pemula yaitu dalam pengelolaan kalimat. Baik dalam pemilihan kata, penempatan kata, penggunaan huruf kapital maupun penempatan tanda baca.

Karena biasanya seorang penulis pemula hanya menulis apa yang ada di pikirannya dan itu tanpa memikirkan pola kalimat yang benar serta kata baku dan tidak baku. Bahkan terkadang  sampai salah dalam tata bahasa yang digunakannya, maupun penempatan katanya.

Sebenarnya tidak menjadi masalah dalam hal tersebut jika hanya untuk konsumsi pribadi atau sekedar mengisi waktu luang. Tetapi, akibatnya nanti hasil kalimatnya menjadi tidak efektif dan sulit untuk dipahami.

Tapi, kalau diniatkan guna melancarkan dan membiasakan gerak tangan dalam menulis sah-sah saja buat penulis pemula.

Namun kalau tulisan kita untuk konsumsi publik, alangkah baiknya jika kita mengoreksi atau editing terlebih dahulu sebelum di plubikasikan. Salah satu editing suatu tulisan, yaitu membahas tentang kalimat efektif.

Dan bagi teman-teman yang belum mengerti apa itu kalimat efektif, mari simak ulasan di bawah berikut dengan seksama dengan ditemani secangkir kopi biar rilek, hahaha.

Pengertian Kalimat Efektif

kalimat efektif
materibindo.com

Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Jenis kalimat ini harus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnkan (EYD). Serta pemilihan kata (diksi) yang tepat.

Dengan kata lain, kalimat efektif mampu  menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pendengar atau pembacanya seperti apa yang dimaksudkan oleh penulis.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, salah satu faktor yang dijadikan tumpuan untuk melihat efektivitas suatu kalimat oleh seorang pembaca ialah, ke-efektifan kalimat itu sendiri.

Sehingga pesan yang terkandung dalam kalimat dapat tersampaikannya pesan penulis atau pembicara pada pembaca maupun pendengar.

Ciri- Ciri Kalimat Efektif

tanda baca
teachercreated.com

Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Sesuai Dengan Kaidah Bahasa dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Sebuah kalimat dapat dikatakan efektif jika sudah menggunakan ejaan atau tanda baca yang tepat dengan kaidah bahasa. Penggunaan kata baku seharusnya menjadi perhatian tersendiri bagi penulis, agar kalimat yang  ditulis sesuai dengan EYD.

Sehingga mudah dipahami seorang pembaca isi dari kalimat tersebut. Dan pembaca menjadi nyaman membaca tulisan tersebut.

  • Memiliki ‘SPOK’

Kalimat efektif harus memiliki subjek, predikat, objek dan keterangan (SPOK) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal dalam kalimat.

  • Kalimat yang Ditulis Harus Sistematis

Kalimat dikatakan efektif, jika kalimat tersebut mampu diterima dengan akal sehat dan bisa dipahami dengan baik. Tetapi sebaliknya, jika kalimat tersebut tidak mampu diterima , tidak jelas, atau bahkan sulit untuk dipahamai, maka kalimat tersebut adalah kalimat tidak efektif.

Selain harus logis, suatu kalimat juga harus sistematis. Yaitu, mampu menguraikan serta merumuskan sesuatu hal dalam konteks hubungan yang logis secara teratur sehingga membentuk sistem secara menyeluruh, utuh dan terpadu. Sehingga menjadikannya kalimat efektif yang mudah dipahami.

Sehingga mampu menjelaskan berbagai rangkaian sebab akibat yang terkait suatu objek tertentu. Dan para pembaca pun mampu menerima dan memahami.

  • Kalimat yang Ditulis tidak Ambigu

Kalimat ambigu  yaitu sebuah kalimat yang mempunyai makna lebih dari satu sehingga kadang-kadang bikin nggak jelas maksud si penulis. Bisa dimaknai begini bisa juga begitu. Sehingga bikin bingung pembacanya, mesti dipikir dua kali baru ngeh dengan maksud kalimat tersebut.

  • Tidak Bertele-Tele dalam Penulisannya

kalimat yang ditulis tidak menggunakan kata yang mubazir atau kata yang tidak diperlukan. Ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam kalimat yang akan ditulis supaya lebih ringkas, yaitu sebagai berikut.

  1. Menghindari pengunaan kata depan yang tidak perlu
  2. Menghindari penggunaan kata yang bermakna jamak, jika sudah ada kata reduplikasi yang bermakna jamak
  3. Menghindari penyebutan unsur-unsur klausa yang bermakna sama dalam satu kalimat
  4. Menghindari penggunaan kata hipernim untuk kata-kata hiponim
  5. Menghindari kata-kata yang tidak penting dalam suatu kalimat
  • Kalimat Harus Saling Berkaitan

Saling berkaitan artinya keadaan padu, kesatuan pikiran, kebulatan pendapat (KBBI, 2007: 810). Yang dimaksud dengan saling berkaitan adalah adanya hubungan makna antara satu unsur kalimat dengan unsur kalimat lain.

Kalimat saling berkaitan akan terbentuk jika ada kesatuan antara unsur kalimat yang satu dengan unsur kalimat yang lain. Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan supaya pemakai bahasa dapat menyusun kalimat yang padu.

  1. Tidak menempatkan kata keterangan yang berupa klausa diantara S (subjek) dan P (predikat)
  2. Tidak menempatkan kata keterangan aspek didepan S (subjek)
  3. Tidak menempatkan kata keterangan aspek diantara pelaku dan pokok kata kerja yang merupakan kata kerja pasif bentuk diri
  4. Tidak melatakan atau menyisipkan kata depan di antara P (predikat) dan O (objek)
  • Pemilihan Kata yang Tepat

Sebuah kalimat akan efektif jika pemilihan kata yang digunakan tepat. Sehingga kalimat tersebut tidak membuat bingung maksud yang disampaikan penulis kepada pembaca.

Prinsip-Prinsip Kalimat Efektif

prinsip
koinworks.com

Kalimat efektif memiliki beberapa prinsip yang harus dipenuhi yaitu kesepadanan, kepararelan, kehematan kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan dan kelogisan kalimat dalam penulisannya. Prinsip-prinsip kalimat efektif tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

  • Kesepadanan Struktur Kalimat

Yang dimaksud dengan kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai dalam kalimat. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan dengan adanya kesatuan gagasan yang kompak dan padu satu sama lain.

Kesepadanan dalam kalimat juga dapat diwujudkan dengan adanya unsur-unsur kalimat yang harus ada seperti subjek dan predikat dan dapat berfungsi dengan baik.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan unsur-unsur kalimat tidak dapat berfungsi dengan baik. Pertama, subjek yang tidak jelas akibat adanya kata preposisi yang berada di depan subjek kalimat yang memiliki predikat berafiks meng-.

Sebagai contoh, perhatikan kalimat berikut!

Dalam pertemuan itu menghasilkan sepuluh keputusan.

Kalimat di atas adalah kalimat tidak efektif. Penyebab ketidak efektifan kalimat tersebut adalah tidak jelasnya subjek dalam kalimat tersebut.

Jika kita menggunakan kalimat pertanyaan untuk menguji subjek, “Apa atau siapa yang menghasilkan lima keputusan?” maka jawabnya adalah dalam pertemuan. Dengan demikian, subjek kalimat tersebut adalah dalam pertemuan.

Subjek yang benar adalah pertemuan, sebabpertemuanlahlah yang menghasilkan lima keputusan, bukan dalam pertemuan. Dengan adanya preposisi dalam di depan kata pertemuan, maka subjek kalimat tersebut (pertemuan) menjadi tidak jelas.

Agar menjadi kalimat efektif, kalimat di atas dapat diperbaiki dengan cara menghilangkan preposisi dalam sehingga subjek kalimat menjadi berfungsi dalam mendukung satu kesatuan gagasan.

Kalimat efektifnya menjadi:

Pertemuan itu menghasilkan lima keputusan

  • Keparalelan Bentuk Kalimat

konjj-cupbord.lajada.co
cupbord.lajada.co

Yang dimaksud dengan keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam suatu kalimat, baik dari segi kategorinya maupun imbuhan yang digunakan. Maksudnya, kalau bentuk kata pertama merupakan nomina, maka kategori kata yang selanjutnya atau sederajat juga nomina.

Kalau bentuk pertama merupakan kata verba, bentuk kedua, ketiga, dan seterusnya juga harus kata verba. Lebih khusus lagi, kalau bentuk pertama merupakan kata berawalan meng-, maka kata kedua, ketiga, yang sederajat juga merupakan kata yang berawalan meng-.

Perhatikan contoh berikut!

Harga gas elpiji akan dibekukan atau kenaikan bulan depan.

Kedua kata yang bergaris di bawah pada kalimat di atas merupakan predikat. Namun, kedua kata yang sejenis tersebut tidak paralel. Kata dibekukan adalah kata verba yang berafiks di–kan, sedang kenaikan adalah kata nomina yang berafiks ke–an. Dan kedua kata itu seharusnya paralel.

Agar menjadi sebuah kalimat efektif, kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut,

Harga gas elpiji akan dibekukan atau dinaikkan bulan depan.

  • Kehematan Kata dalam Penulisan Kalimat

Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu atau tidak penting. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan sebuah kalimat.

Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa yang digunakan.

Dalam penghematan kata, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebagai berikut.

1.Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.

Perhatikan contoh berikut.

  1. Karena ia tidak berani, maka dia tidak datang ke tempat itu.
  2. Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa ustadz datang.

Perbaikan contoh kalimat di atas adalah sabagai berikut.

  1. Karena tidak berani, maka dia tidak datang ke tempat itu.
  2. Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa ustadz datang.

2. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian super ordinat pada hiponimi kata pada kalimat.

Perhatikan kalimat contoh berikut.

  1. Anita memakai kerudung warna merah.
  2. Dimana kamu menangkap burung lovebird itu?

Perbaikan contoh kalimat di atas adalah sabagai berikut.

  1. Anita memakai kerudung  merah.
  2. Dimana kamu menangkap lovebird itu?

Kata merah sudah mencakupi kata warna. 

Kata lovebird sudah mencakupi kata burung.

3. Penghematan dapat di lakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman kata dalam satu kalimat.

Kata naik bersinonim dengan keatas.

Kata turun bersinonim dengan kebawah.

Perhatikan contoh berikut.

  1. Dia hanya membawa sepatu saja.
  2. Sejak dari pagi dia termenung.

Perbaikan contoh kalimat di atas adalah sabagai berikut.

  1. Dia hanya membawa sepatu.
  2. Sejak pagi dia termenung.

4. Penghematan kata juga dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Misalnya:

BentukTidak Baku

  1. paratamu-tamu 
  2. beberapa orang-orang 

Bentuk Baku

  1. paratamu
  2. beberapa orang
  • Kecermatan Kalimat

Yang dimaksud kecermatan adalah cermat dan tepat dalam memilih kata yang akan digunakan sehingga tidak menimbulkan kerancuan dan makna ganda dalam suatu kalimat.

Perhatikan contoh berikut.

  1. Guru baru pergi ke ruang guru.

Perbaikan contoh kalimat di atas adalah sabagai berikut.

  1. Guru yang baru pergi ke ruang guru.
  • Ketegasan Topik atau Ide Pokok

Kalimat efektif memberikan penegasan kepada topik atau ide pokonya, sehingga ide pokonya menonjol di dalam kalimat tersebut.  Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif.

Perhatikan contoh berikut.

  1. Sudah saya baca novel itu.
  2. Sudah saya cuci baju merah itu.

Perbaikan contoh kalimat di atas adalah sabagai berikut.

  1. Novel itu sudah saya baca.
  2. Baju merah itu sudah saya cuci.
  • Kepaduan Antar Kata dalam Kalimat

Kalimat efektif memiliki kepaduan pernyataan sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah dan saling memperjelas. Sehingga antar kata dalam suatu kalimat saling berkaitan.

Perhatikan contoh berikut.

  1. Budi membicarakan tentang pengalaman liburannya kepada teman sekelasnya.

Perbaikan contoh kalimat di atas adalah sabagai berikut.

  1. Budi membicarakan pengalaman liburannya kepada teman sekelasnya.
  • Kelogisan Kalimat

Ide kalimat dalam sebuah kalimat efektif dapat diterima atau dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah EYD yang berlaku.

Perhatikan contoh berikut.

  1. Waktu dan tempat kami persilahkan!
  2. Kami undang ke acara kajian di rumah.

Perbaikan contoh kalimat di atas adalah sabagai berikut.

  1. Bapak kepala sekolah kami persilahkan!
  2. Bapak dan ibu kami undang ke acara kajian di rumah.

Contoh Kalimat Tidak Efektif dan Pembenarannya

kalimat efektif
blog.bahaso.com
  • Andi membuatkan susu untuk adiknya. (kalimat tidak efektif)
    • Andi membuat susu untuk adiknya. (kalimat efektif)
  • Setiap kali bertemu mereka berdua saling pandang memandang. (kalimat tidak efektif)
    • Setiap kali bertemu, mereka berdua saling berpandangan. (kalimat efektif)
  • Ia sedang menginventarisir alat perabot-perabot kantor. (kalimat tidak efektif)
    • Ia sedang menginventarisasi perabotan di kantor. (kalimat efektif)
  • Para wanita perlu hati-hati jika melewati lorong itu. (kalimat tidak efektif)
    • Para wanita perlu berhati-hati jika melewati lorong itu. (kalimat efektif)
  • Baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama dikenakan peraturan yang sama rata. (kalimat tidak efektif)
    • Seluruh mahasiswa dikenakan peraturan yang sama rata. (kalimat efektif)
  • Karena harga kebutuhan pokok terus melambung tinggi maka rakyat menderita kelaparan. (kalimat tidak efektif)
    • Karena harga kebutuhan pokok terus melambung tinggi, rakyat menderita kelaparan. (kalimat efektif)
  • Dengan penelitian di desa ini akan memberikan banyak manfaat bagi para warganya. (kalimat tidak efektif)
    • Penelitian di desa ini akan memberi banyak manfaat bagi warganya. (kalimat efektif)
  • Adalah merupakan tugas seorang peneliti untuk menganalisis dan menyajikan hasil analisis data yang dihasilkan. (kalimat tidak efektif)
    • Tugas seorang peneliti adalah menganalisis dan menyajikan hasil analisis datanya. (kalimat efektif)
  • Berbagai kendala penelitian ini harus dapat diselesaikan oleh kita semua. (kalimat tidak efektif)
    • Kita harus menyelesaikan berbagai kendala penelitian ini. (kalimat efektif)
  • Setiap hari Jum’at selalu berpramuka di halaman sekolah. (kalimat tidak efektif)
    • Setiap hari Jum’at anak-anak selalu berpramuka di halaman sekolah. (kalimat efektif)
  • Sesampainya berada di rumah nenek langsung berkebun dengan kakeknya. (kalimat tidak efektif)
    • Sesampainya di rumah nenek, Riko langsung berkebun dengan kakeknya. (kalimat efektif)
  • Pada siang ini merupakan siang yang sangat amat cerah. (kalimat tidak efektif)
    • Siang ini merupakan siang yang sangat cerah. (kalimat efektif)
  • Dalam rapat itu membahas cara memajukan pariwisata daerah tersebut. (kalimat tidak efektif)
    • Rapat itu membahas cara memajukan pariwisata daerah tersebut. (kalimat efektif)
  • Pada hari Jum’at apel kepramukaan yang harus diikuti oleh seluruh siswa SMP Mandala mulai dari kelas VII sampai kelas IX. (kalimat tidak efektif)
    • Pada hari Jum’at apel kepramukaan harus diikuti oleh seluruh siswa SMP Mandala mulai dari kelas VII sampai kelas IX. (kalimat efektif)

Kesimpulan Penjelasan di Atas

kesimpulan
sahabatihya.com

Dalam menggunakan Kalimat efektif subjek tidak boleh ganda dalam kalimat tunggal. Hindari pemakaian kata depan (preposisi) yang diletakan di awal subjek dan penggunaan kata ganti juga harus tepat. Pengunaan kata imbuhan juga harus tepat, jika suatu kalimat menggunakan kata kerja berimbuhan di- maka bagian kalimat yang lain harus mengunakan di- juga.

Dalam kalimat efektif tidak perlu mengunakan kata-kata yang sia-sia. Kata yang digunakan harus tepat agar tidak menimbulkan kerancuan/pemahaman kata yang salah. Sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Ide pokok yang akan dikeluarkan harus diberi penekanan atau penegasan, biasanya ide pokok diletakkan didepan suatu kalimat. Pemilihan kalimat yang akan digunakan juga harus dipikirkan baik-baik, kalimat yang dikeluarkan haruslah berupa kalimat yang logis dan bisa dimengerti oleh semua orang.

Kalimat Efektif digunakan bukan hanya untuk mempermudah seorang penulis, tetapi juga untuk mempermudah pembaca dan lebih menghemat waktu dan ruang. Oleh karena itu Kalimat efektif sering digunakan di dalam tulisan ilmiah seperti skripsi, artikel, tesis, laporan dan juga karya jurnalistik.

Tinggalkan Balasan