7+ Jenis Burung Jalak Terpopuler di Kalangan Kicau Mania Indonesia

Jalak merupakan nama sekelompok burung kicau dari suku Sturnidae. Burung jalak pada umumnya umumnya memiliki ukuran sedang, gagah, dengan paruh yang kuat, tajam dan juga lurus. Memiliki kaki yang panjang sebanding dengan ukuran tubuhnya. Bersuara ribut, berceloteh dengan keras, dan dapat menirukan suara burung lainnya dengan baik.

Mungkin sebagian besar para pecinta burung berkicau di tanah air ini juga setuju, bahwa burung jalak memiliki banyak jenis dan mempunyai keunggulan serta keistimewaan tersendiri. Selain memiliki suara merdu dan bervariasi, burung jalak juga memiliki keindahan warna bulunya.

Salah satu keistimewaan yang dimiliki burung jalak adalah dapat menirukan suara manusia dan hal itu mungkin tidak dimiliki jenis burung kicau lainnya.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis burung jalak yang sejak dulu sudah menjadi primadona para penghobi burung berkicau, mulai dari burung beo, jalak suren, jalak nias, jalak kebo, jalak bali, jalak putih, dan jalak hongkong.

Karena keistimewaan yang dimiliki burung jalak tersebut, praktis burung jalak menjadi perburuan para kicau mania untuk dipelihara maupun dibudidayakan.

Baca juga: 23+ Jenis-Jenis Lovebird Terpopuler di Indonesia Disertai Gambarnya

Jenis Burung Jalak yang Dilindungi

Namun, saat ini tidak semua jenis burung jalak boleh dipelihara maupun dibudidayakan tanpa izin dari pemerintah. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, diantaranya dua jenis burung jalak, yakni jalak bali dan jalak putih juga masuk daftar peraturan tersebut.

Praktis bagi para masyarakat yang melanggarnya, otomatis akan dikenai sanksi pidana maupun denda. Dan peraturan tersebut dibuat karena semenjak tahun 1991 silam burung jalak yang telah menjadi indetitas pulau dewata, yaitu jalak bali memang telah masuk dalam catatan merah di lembaga konservasi internasional IUCN.

Burung jalak bali yang ditemukan oleh ahli burung asal Inggris yang bernama Dr. Baron Stressmann pada tanggal 24 Maret 1911 tersebut, dikatakan sudah berada di ambang kepunahan sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat.

Terlepas dari beberapa hal tersebut, burung jalak merupakan jenis unggas pengicau yang dapat dibilang burung cerdas dengan bentuk dan warna tubuh yang menawan, serta memiliki panjang tubuh rata-rata 20 sampai 25 cm.

Maka tak heran banyak penghobi burung berkicau beranggapan bahwa memelihara burung jalak merupakan sebuah kesenangan dan kebanggaan tersendiri.

Perawatannya pun juga relatif mudah untuk sehari-harinya dan hampir semua jenis burung jalak memakan semua jenis pakan, seperti buah-buahan, serangga dan ulat. Dan juga burung jalak dikenal dengan jenis burung yang memilki ketahanan tubuh yang kuat.

Berikut ini beberapa jenis burung jalak beserta gambarnya, baik yang boleh dipelihara maupun yang dilindungi di Indonesia.

Baca juga: +23 Jenis Kolibri  Tercantik di Indonesia Beserta Gambarnya

1. Burung Beo/ Tiong Emas/ Mamiang (Gracula Regiosa)

burung beo
jalaksuren.net

Dapat dikatakan, bahwa jenis jalak ini merupakan salah satu jenis dari keluarga jalak yang paling istimewa di antara jenisnya. Hal tesebut tidak terlepas dari keahlian burung beo itu sendiri, yaitu pandai dalam menirukan suara manusia.

Terlebih lagi jika burung beo dilatih sedari anakan atau trotol, maka kemampuannya menirukan suara manusia akan semakin terasah ketika sudah dewasa. Burung beo sendiri terdiri dari 4 sub spesies, yaitu meliputi beo biasa, nias, enggano dan srilanka.

Biasanya burung beo dapat ditemui di alam liar, yaitu di lahan dan hutan-hutan lembab di ketinggian 1000-2000 mdpl. Burung beo tersebar di beberapa wilayah seperti Pulau Jawa, Srilanka, Himalaya, India, Filipina dan Kepulauan Sunda Kecil.

2. Jalak Kerbau/ Kebo/Penyu/ Hitam (Acridotheres Javanicus)

jalak kebo
hewanternak.net

Jalak Kerbau atau lebih dikenal oleh sebagian masyarakat jawa dengan sebutan jalak kebo juga masuk dalam kategori jenis burung jalak yang populer di kalangan kicau mania.

Sesuai dengan embel-embel julukan atau namanya, burung ini sangat menyukai tempat-tempat ladang kerbau untuk mencari makan.

Selain untuk mencari makanan berbagai macam serangga kecil di lahan terbuka dan padang rumput, Ia juga gemar bertengger di punggung kerbau untuk mencari kutu di tubuh kerbau tersebut.

Sama dengan jenis jalak lainnya, ukuran tubuhnya tidak jauh berbeda yakni rata-rata bisa tumbuh 20 – 25 cm. Di habitat alam liar ia banyak ditemukan pada ketinggian 1500 mdpl, baik di sawah, kebun maupun di hutan-hutan manggrove.

Jenis jalak ini hampir bisa ditemui di seluruh wilayah asia bagian timur, mulai dari Bangladesh, Cina Selatan, Jawa hingga Sulawesi.

3. Jalak Suren/ Uren (Sturnus Contra)

jalak suren
pengicau.net

Jalak suren atau jalak uren adalah salah satu keluarga Sturnidae yang juga tak kalah istimewanya. Baik itu untuk segi postur tubuh maupun tampilan fisik burung yang sempat populer di tahun 1970-an di pulau jawa ini terlihat sangat mengagumkan.

Saat menginjak usia dewasa, ukuran tubuhnya bisa sampai 24 cm. Meskipun ukuran sayapnya terlihat besar, namun akselerasi saat ia terbang di habitat aslinya tidak terlalu cepat bahkan kecepatan sama dengan kupu-kupu.

Di alam liar ia acapkali terlihat di dataran tinggi dan perbukitan rendah di ketinggian 600 – 700 m (dpl) untuk mencari makan. Wilayah penyebaran-nya paling banyak di Indonesia sendiri meliputi pulau Jawa, Sumatra dan Bali.

4. Jalak Nias/ Kerak Ungu (Acridotheres Tristis)

jalak nias
apk.support

Meskipun namanya berembel-embel nias, sebenarnya jalak nias bukan burung endemik asal Sumatera Utara. Bahkan wilayah penyebaranya jalak nias hampir ada di berbagai negara kawasan Asia, Afrika dan Amerika.

Burung yang juga mempunyai nama lain Kerak Ungu ini, juga mempunyai potensi suara dan variasi kicauan yang luar bisa. Tubuhnya didominasi dengan warna cokelat kehitaman. Dan kepalanya bewarna hitam, pada bagian di sekitar matanya ada bercak warna kuning menyala.

Di habitat liarnya ia biasa ditemui wilayah dataran dengan ketinggian 3000 mdpl). Jenis jalak ini juga dikenal sebagai burung monogami (selalu setia pada setiap pasanganya). Ketika sudah memasuki masa reproduksi, ia biasanya akan membuat sarang di lubang-lubang pohon besar.

5. Jalak Bali (Leucopsar Rothschildi)

jalak bali
update.ahloo.com

Mungkin memang sangat pantas jika jenis jalak ini dilindungi, dilihat dari ciri fisiknya saja sudah sangat khas, berbeda dari yang lain dan jenis jalak keberadaannya sudah mulai hilang.

Ciri yang paling mencolok dan mudah untuk dikenali, yakni jalak bali mempunyai jambul dan bulu berwarna biru yang menyerupai topeng di sekitar matanya. Sayap dan ekornya bewarna hitam, selebihnya semua warna bulu di tubuhnya bewarna putih.

Saat menginjak usia dewasa, burung endemik asal pulau dewata ini bisa tumbuh dengan panjang sekitar 20 – 25 cm. Makananya dapat berupa jangkrik, cacing, pepaya dan juga jambu.

Mengingat saat ini ia merupakan hewan yang dilindungi, sehingga sudah banyak kebun binatang di seluruh dunia yang sudah melakukan penangkaran jalak asal bali tersebut, jadi tak sulit lagi untuk menemukannya dan tetap ada.

6. Jalak Putih/ Jalak Bodas (Acridotheres Melanopterus)

jalak putih
hargaburung.id

Jalak putih atau juga dikenal oleh masyarakat Sunda dengan sebutan jalak bodas merupakan jenis kedua dari keluarga Sturnidae yang juga keberadaannya dilindungi oleh pemerintah.

Jalak putih memiliki Ciri khas warna putih dan hitam memang hampir sama dengan jenis jalak yang ada di pulau Dewata, yang membedakan hanya warna kuning yang terletak di sekitar matanya.

Jalak putih bisa tumbuh dengan panjang sampai 20 – 23 cm dan makanannya juga relatif sama dengan jalak bali, yakni berupa buah-buahan dan serangga. Jalak putih merupakan burung endemik Indonesia, jadi ia hanya bisa ditemui di pulau Tanah Air seperti pulau Jawa, Bali, Madura dan Lombok.

7. Jalak Thailand/ Hongkong (Sturnus Nigricollis)

jalak hongkong
omkicau.com

Jalak thailand merupakan jenis jalak yang terakhir dan juga sangat populer di Indonesia. Jalak thailand yang juga dikenal dengan nama jalak hongkong ini, banyak memiliki keunggulan dari segi kicauan dan perawakan.

Jalak Thailand memiliki ciri-ciri warna yang membalut seluruh tubuhnya, jadi cukup mudah dikenali. Punggungnya bewarna coklat, leher hitam, pelipisnya bewarna kekuningan dan selebihnya bewarna putih.

Wilayah penyebarannya juga hampir terdapat di semua negara kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar dan Thailand. Jenis jalak ini sangat mudah sekali berdaptasi dengan iklim di habitatnya, sebab ia menyukai tempat-tempat beriklim tropis maupun sub-tropis, baik itu untuk mencari makan maupun untuk berkembang biak. Dan makanan utamanya berupa serangga dan sejenisnya, seperti ulat hongkong dan jangkrik.

 Baca juga: 4 Cara Mudah Budidaya Ulat Hongkong Bagi Pemula Sampai Sukses

Nah, itulah jenis-jenis jalak yang dapat ditemui di Indonesia, baik yang masih banyak dan mudah ditemui maupun yang dilindungi karena keberadaanya yang hampir punah. Untuk itu kita juga harus tetap menjaga agar poupulasi semua jenis burung yang sangat istimewa tersebut tetap ada.

Tinggalkan Balasan