Hari Mingguku di Masa Anak-Anak

masaku-warungblogger.org
warungblogger.org

Hari mingguku di masa anak-anak. Menengok kembali masa laluku. Masa dimana diriku masih amat lugu dan tidak pernah memakai alas kaki ketika bermain.

Masa dimana aku tidak memikirkan apapun selain bermain. Masa dimana aku hidup tanpa beban yang harus dipikirkan. Selalu lari kalau mau disuruh untuk membantu orang tua.

Sampai-sampai untuk makan saja selalu dimarahi karena telat makan. Begitu pula dengan mandi, maklum asyik bermain sampai lupa juga.

Tidur siang yang menjadi momok anak-anak pada masa itu, tetapi sekarang aku sangat merindukannya.

Selalu berebut makanan apabila ada seseorang yang memberi tanpaemikirkan yang lainnya. Mengambil buah kedondong milik tetanggga secara sembunyi-sembunyi tanpa mengerti arti dosa.

Lebih pilih bermain dan bermain daripada membatu pekerjaan orang tua. Apalagi kalau hari minggu yang selalu ditunggu-tunggu telah tiba.

Kami para anak-anak juga mempunyai kegiatannya sendiri. Aku dan kawan-kawan tidak pernah berhenti dan merasa lelah bermain.

Bisa dibilang sampai tidak mengenal yang namanya waktu. Mulai dari pagi, siang, dan sore selalu ada saja suatu permainan atau kegiatan yang kami lakukan.

Itu semua langsung muncul begitu saja ketika kami berkumpul bersama tanpa kami pikirkan sebelumnya. Itulah masa anak-anak, masa tanpa berpikir panjang.

Berkumpul tanpa ada pemberitahuan melalui gadget. Kami selalu mencari teman untuk diajak bermain dengan mendatangi tempat yang biasa digunakan. Tidak seperti anak jaman sekarang kecil-kecil sudah menggunakan gadget.

Meskipun belum tahu dan fungsi gadget yang sesungguhnya. Mungkin hanya untuk bermain game dan buat memfoto dan memvideo saja. Anak jaman sekarang kecil-kecil juga sudah berpacaran dengan alay-nya dan kebanyakan tidak memiliki rasa malu.

Hari minggu adalah hari yang penuh akan makna bagi kami. Setiap kegiatan yang kami lakukan mengandung akan makna tersendiri. Makna itu mulai saya sadari ketika sudah dewasa. Dan ingin sekali untuk mengulangi masa-masa pada waktu itu.

Namun apadaya, waktu yang terus berjalan dan tidak mungkin bisa kita untuk mengulanginya. Karena itu untuk bernostalgia dengan kenangan masa itu, aku tuangkan dalam bentuk tulisan. Berikut kegiatan hari minggu yang sering aku lakukan pada masa itu.

Jalan-Jalan ke Gedung Serbaguna (GSg) ketika masa anak-anak

pasar minggu-jepretkota.blogspot.com
jepretkota.blogspot.com

Sabtu sebelumnya kita biasanya janjian berkumpul di depan rumahku. Dan meminta uang jajan pada orang tua masing-masing, meski ada yang gak dikasih.

Ketika aku dan kawan-kawanku sudah berkumpul semuanya, kami langsung tancap gas menuju ke Gedung Serbaguna(GSg). Tentunya dengan jalan kaki, namanya juga jalan-jalan kok. Gedung Serbaguna terletak lumayan jauh dari desa kami, sekitar 1,5 km.

Kami berjalan menuju ke sana dengan riang gembira menikmati udara pagi yang masih sejuk kala itu. Kadang kami berlari dan menghiraukan yang lain ketika di kejar anjing perumahan yang selalu dilepas bebas.

Tapi kami tetap menunggu jika ada kawan yang belum datang karena belum lolos dari rintangan. Yah ringtangan dikejar seekor anjing.

Disana terdapat pasar dadakan setiap hari minggu yang terletak akses jalannya. Terdapat banyak pedagang mainan maupun makanan tradisional. Ada juga permainan seperti odong-odong  dan kereta.

Setelah sampai disana aku biasanya membeli es milkshake dengan harga 500 rupiah. Batagor dan cakue menjadi jajanan favorit kala itu, dan menjadi rebutan para anak-anak pada masa itu. Harga batagor dan cakue juga 500 rupiah per porsinya.

Setelah puas makan batagor dan cakue, kita jalan-jalan untuk melihat-lihat mainan yang dijual para pedagang. Hanya melihat, iya hanya melihat maklum kami tidak punya uang untuk membelinya. Meskipun sebenarnya ingin memiliki sebuah mainan.

Setelah puas berjalan berkeliling menonton dengan rasa ingin membeli sebuah mainan. Akhirnya aku dan kawan-kawan pun pulang sekitar pada pukul 07.30, melalui jalur yang berbeda dari yang kami lewati tadi.

Nonton Tv Film Anak Favorit

maxresdefault- youtube.com
youtube.com

Sesampai di rumah biasanya aku tidak langsung mandi. Aku langsung menghidupkan tv untuk menonton film anak favorit pada waktu itu. Aku menonton dengan ditemani sepiring nasi dan lauk yang biasanya cuma tempe dengan sambal.

Banyak film kartun yang di senangi oleh anak-anak ketika itu, seperti Doraemon, Digimon, Power Ranger, Ultraman, Pokemon, P-man, Dragon Ball, Ninja Hattori dan masih ada yang lainnya.

Dan biasanya kawan-kawan datang ke rumahku untuk menonton bersama. Maklum pada waktu sedikit sekali yang mempunyai tv dirumahnya. Tapi alhamdulillah, di keluargaku sudah memiliki tv walaupun masih berwarna hitam putih, hehe.

Setelah selesai menonton film aksi biasanya, aku dan kawan-kawan memerankannya seolah kita yang menjadi tokoh utama di dalam film tersebut. Bahkan kita berebut untuk memerankan sang tokoh utama.

Nongkrong Untuk Sekedar Bercerita atau Bermain

keepo.me-permainan-jaman-dulu
keepo.me

Sehabis duhur biasanya aku dan kawan berkumpul di depan rumahku yang masih berupa tanah dan kebun yang luas. Tempat yang penuh dengan sejuta kenangan menyenangkan di masa anak-anak.

Tempatnya yang rindang dan sejuk karena di penuhi pohon melinjo dan pohon mangga membuat kita semakin betah di sana. Dengan beberapa ayunan dari karet ban bekas yang digantungan di batang pohon mangga.

Selain anak laki-laki kadang juga ada beberapa anak perempuan yang ikut datang ke sana. Kami bercerita mengeluarkan uneg-uneg yang mengganjal di hati. Bahkan kadang kami ngrasani teman sendiri atau prang lain, haha.

Selain bercerita kami juga kadang bermain tradisional seperti Gobag Sodor, Engklek, Omplong, Sekongan, Bentik dan masih banyak lagi permainan tradisional di tempat kami.

Kami anak laki-laki kadang juga ikut main masak-masakan yang biasa dilakukan anak perempuan, jadi tersenyum sendiri ketika mengingatnya, hahaha.

Etah kenapa kami mau bermain permainan anak perempuan pada masa anak-anak waktu itu. Semua itu kami lakukan tanpa adanya paksaan dari berbagai pihak ketika masa anak-anak, haha. Kami lah generasi yang masih bisa merasakan bermain di depan rumah dengan halaman yang luas.

Sepak Bola di Halaman Masjid

sepakbola jalanan-dinorimantho.wordPress.com
dinorimantho.wordPress.com

Ketika adzan ashar berkumandang aku dan kawan-kawan kembali ke rumah untuk mengambil sarung kemudian ke masjid guna melaksanakan sholat.

Aku dan kawan-kawan selalu di marahi para orang dewasa, bahkan kadang sampai di jewer. Semua itu juga karena kita sendiri sih penyebabnya, yang sering gojek ketika wudhu ataupun sholat.

Selesai sholat kami para laki-laki masa depan masyarakat dan negara, biasa bermain sepakbola di halaman masjid yang berupa cor dan paving. Dengan menggunakan sebuah bola plastik dan ditemani dua buah gawang yang terbuat dari batu ataupun sandal.

Kami bermain dengan penuh semangat yang membara dan terus menggiring bola disertai skil yang lumayan jelek, hahaha.

Kadang aku dan kawan tidak sadar kalau kaki kami babak belur hingga berdarah karena tersrempet cor ketika menendang bola. Ada pula yang kuku jempolnya sampai lepas karena hal itu. BIsa dibayangankan bagaimana rasa sakit yang dirasakan.

Kadang bola yang ditendang terlalu tinggi hingga nyangkut di atas genteng masjid. Membuat kami harus mengambilnya dengan susah payah naik  ke atas.

Kemudian kami lanjutkan hingga adzan maghrib berkumandang atau ketika orang tua kami datang menyuruh kita pulang untuk mandi. Itulah kenanganku dengan halaman masjid pada masa anak-anak yang tidak dilakukan oleh anak sekarang.

Waktu Belajar

belajar-hellosehat.com
hellosehat.com

Kegiatanku malam harinya, yaitu belajar biar pintar. Tapi belajar karena dipaksa orang tua. Belajar kalau ada PR saja, tapi kenyataannya cuma mengerjakan PR tanpa belajar mata pelajaran yang lainnya.

PR yang ujung-ujung sang kakakku yang membatu menyelesaikan dengan sabar. Ketika aku tertidur kakakku yang mengerjakan aku tinggal menyalinnya.

Mata yang ngantuk dan rasa lelah setelah seharian disibukan dengan kegiatanku membuat tak bersemangat belajar. Sebenarya rasa inign belajar dalam diriku sangat tinggi, namun masih berwujud niat belum ada tindakan kala itu, hahaha.

Mungkin hanya itu kegiatan hari mingguku di masa anak-anak yang masih dapat aku ingat. Kenangan bermain bersama-sama kawan yang sekarang mungkin sudah berkeluarga, tetapi aku masih jomblo, ups.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan