4 Cara Mudah Budidaya Ulat Hongkong Bagi Pemula

Budidaya ulat hongkong saat ini merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menguntungkan, hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya permintaan ulat hongkong dari para penjual pakan burung.

Dan hal tersebut tidak lain juga karena semakin banyaknya kicau mania yang muncul saat ini, baik untuk single figter maupun grup. Ditambah lagi banyaknya kontes lomba kicau yang semakin diminati, seperti lomba murai batu, jalak, cucak ijo, pleci, lovebird, dan masih banyak lagi.

Ulat hongkong mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi, sehingga sangat bagus untuk menambah stamina burung yang akan dilombakan. Selain itu ulat hongkong juga biasa digunakan sebagai makanan burung ternak, reptil, ikan dan bisa juga digunakan untuk umpan pancing.

Dengan semakin menjamurnya kicau mania dan pecinta reptil, tentu saja membuat permintaan ulat hongkong ini terus meningkat.

Untuk itu bagi anda yang memiliki usaha mandiri, budidaya ulat hongkong merupakan peluang usaha yang bagus dan harga ulat hongkong saat ini terus naik. Bahkan di beberapa daerah ulat hongkong bisa tembus sampai Rp 100 ribu/kg.

Selain itu, budidaya ulat hongkong tidaklah terlalu sulit, hanya butuh ketelatenan dan kesabaran dari diri anda. Dan untuk bagi para pemula yang berminat usaha ini dapat mengikuti langkah-langkah di bawah berikut ini;

Baca juga: 9 Jenis Makanan Wajib untuk Lovebird Lomba dan Lovebird Ternak

Baca juga: 23+ Jenis-Jenis Lovebird Terpopuler di Indonesia Disertai Gambarnya

Cara Budiaya Ulat Hongkong bagi Pemula

  1. Persiapan ruangan, kandang, dan rak untuk peternakan

kandang ulat hongkong
budidayaternak.id

Langkah yang pertama dan juga wajib ada, yaitu penyediaan ruangan dan kandang yang akan digunakan untuk ternak ulat hongkong.

Untuk ruangan kita dapat mengunakan ruangan berukuran sekitar panjang 240 cm dan lebar 180. Dan usahakan ruangan agar selalu sejuk, tidak panas dan tidak lembab karena dapat menyebabkan kematian pada ulat hongkong.

Sementara untuk kandang ternak sangatlah simpel, anda dapat menggunakan nampan plastik maupun seng yang mudah didapatkan di pasaran. Atau anda dapat membuatnya sendiri dari triplek dan kayu.

Idealnya kandang yang digunakan mempunyai ukuran  ( p X l X t ) 60 cm X 40 cm X 7 cm. Dan jika anda memilih mengunakan dari triplek dan kayu, sebaiknya bagian seluruh list-nya dilapisi lakban plastik dengan tujuan agar ulat hongkong tidak keluar kandang.

Dan untuk periapan alat yang terakhir buatlah rak untuk meletakan dan menyusun kandang atau nampan tersebut. Buatlah rak dengan rangka kayu, bambu atau dari bahan yang lainnya asalkan kuat.

Ketika meletakan rak  pastikan kaki-kaki rak dimasukan ke wadah yang berisi air , hal ini bertujuan agar terhindar dari semut. Dan pastikan ruangan yang akan digunakan untuk budidaya terhindari hewan predator yang dapat menyebabkan kerugian.

  1. Pemilihan bibit ulat hongkong

pemilihan bibit ulat hongkong
bogor.tribunnews.com

Jika ruangan dan kandang sudah siap, langkah berikutnya yaitu menyediakan dan memilih bibit unggul. Pilihlah bibit yang bagus, agar mendapatkan hasil yang maksimal, memuaskan, serta mengurangi resiko kegagalan. Anda dapat membeli bibit baik yang masih berupa ulat atau sudah menjadi kumbang.

Tetapi pada kesempatan ini, saya akan membahas bibit yang mulai dari ulat. Jika anda sudah mendapatkan bibit ulat yang diinginkan, maka anda dapat langsung menaruhnya di kandang atau wadah yang sudah disiapkan, dengan jumlah maksimal 2 kg bibit per wadahnya.

Untuk ukuran bibit lebih baik yang sudah berukuran panjang 2-3 cm dengan diameter 3-4 mm. Dan ulat tersebut akan mulai menjadi kepompong sekitar 7 – 10 hari secara bergantian.

  1. Proses per-kembang biak-an

kumbang ulat hongkong
infobudidaya.com

Kumbang ulat hongkong berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur. Telur tersebut akan bermetamorfosa secara sempurna, hingga berubah menjadi kumbang dewasa.

Di dalam budidaya ulat hongkong, setiap perubahan atau metamorfosa yang terjadi harus diperlakukan sebagaimana berikut ini.

  • Pemisahan kepompong

kepompong ulat hongkong
youtube.com

Ulat yang telah bermetamorfosa menjadi kepompong harus Anda pisah dan letakan di tempat yang berbeda, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya ulat hongkong memakan kepompong-kepompong tersebut.

Tetapi kepompong yang dipisah haruslah kepomong yang sudah berwarna putih kecoklatan. Proses pengambilannya pun juga harus hati-hati agar kepompong yang Anda ambil tidak luka atau lecet, karena jika hal tersebut terjadi dapat mengakibatkan kematian atau busuk.

Kepompong yang telah diambil diletakan pada tempat atau wadah yang sudah dilapisi koran, pastikan tidak bertumpuk, dan tutup kembali atasnya dengan koran juga. Kepompong yang telah dipisah tersebut akan mulai berubah menjadi kumbang muda dengan sayap putih sekitar 10 hari.

  • Pemisahan kumbang

kumbang ulat hongkong
jualo.com

Setelah kepompong-kepompong berubah menjadi kumbang, siapkan wadah baru dengan alas yang dilapisi kapas. Kapas pada wadah tersebut berguna sebagai tempat kawin dan bertelurnya kumbang.

Ambil  kumbang yang sayapnya sudah berwarna hitam mengkilap, kemudian taruh di wadah yang telah disiapkan tadi, setelah sekitar satu minggu pindahkan kumbang ke wadah yang baru dengan lapisan kapas yang sama.

Wadah yang sudah tidak ada kumbangnya tadi telah berisi telur kumbang yang akan segera menetas sekitar 10 hari dan akan menjadi larva kecil, larva inilah yang kemudain disebut dengan ulat hongkong.

Setelah berumur 30 hari, ulat hongkong dapat Anda pindahkan ke wadah yang baru tanpa lapiasan kapas di bawahnya sebagai tempat pembesaran.

Lakukan cara yang sama di atas berulang-ulang sampai kumbang mati sendiri atau kering. Dan biasanya setelah berumur 50 hari, ulat hongkong sudah siap atau bisa dipanen.

  1. Perawatan dan pemberian pakan

pakan ulat hongkong
youtube.com

Untuk perawatan ulat hongkong, hal yang harus diperhatikan adalah suhu udara ruangan, idealnya adalah 29°-30°C dengan sirkulasi udara yang yang baik pula.

Pakan yang biasa digunakan ketika budidaya ulat hongkong, yaitu ampas tahu, bekatul, serta sayuran hijau, seperti daun selada, sawi, dan lainnya.

Untuk pemberian pakan ampas tahu atau bekatul, sebaiknya dibuat gumpalan-gumpalan kecil dengan tujuan agara tidak menimpa ulat itu sendiri.

Proses pemberian pakan juga harus bergantian, yaitu ampas tahu, bekatul, serta sayuran hijau agar asupan nutrisi ulat hongkong terpenuhi.

Pakan yang diberikan juga harus benar-benar habis, ketika mau mengganti dengan pakan yang baru.

Sisa-sisa makanan dan kulit kering dari pergantian kulit ulat hongkong juga harus rutin dibersihkan, untuk memudahkan dalam pengambilan atau pemisahan kepompong.

Saat dalam bentuk kepompong tidak perlu diberi pakan, karena kepompong makan ketika dalam fase tersebut.

Sedangkan pakan untuk ulat hongkong yang baru menetas atau baru dipisahkan dari kapas, Anda memberi pakan berupa voer BR atau tepung tulang, yang bertujuan mempercepat pertumbuhannya.

Setelah langkah demi langkah yang telah dilakukan, tiba saatnya waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu waktu panen. Hasil panen yang didapatkan dapat dijual sebagian dan sebagian lagi dapat digunakan sebagai bibit baru guna memperbanyak produksi ulat hongkong tanpa membeli bibit lagi.

Baca juga: 7+ Jenis Burung Jalak Terpopuler di Kalangan Kicau Mania Indonesia

Demikianlah cara budidaya ulat hongkong yang dapat dilakukan bagi para pemula, cukup mudah bukan? Bagi Anda yang mau memulai bisnis ini, hanya butuh ketelatenan serta kesabaran ketika merawatnya dengan hasil yang lumayan besar karena harga ulat hongkong yang terus naik.

Selamat mencoba, mari beriwirausaha, Terimakasih.

Tinggalkan Balasan