Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya | Fungsi Secara Umum, Cara Kerja, dan Kelainan pada Telinga

Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya-Apa sih indra pendengaran itu? setiap manusia pada normalnya pasti memiliki indra pendengar yang biasa kita sebut dengan nama telinga. Telinga merupakan alat pendengran manusia yang peka terhadap getaran bunyi atau suara yang berada disekitar kita.

Dengan adanya telinga yang berfungsi normal, membuat manusia dapat mendengar dan berbicara dengan satu sama lain. Namun, jika seseorang terlahir dengan indra pendengaran yang tidak berfungsi, kemungkinan besar orang tersebut akan mengalami tuli dan bisu.

Tetapi kalau indra pendengaran seseorang rusak ringan, mungkin masih dapat mendengar dengan bantuan alat pendengaran.

Seperti halnya mata yang memiliki bagian mata, telinga juga memiliki bagian-bagian telinga yang memiliki fungsi berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Berikut ini beberapa ulasan tentang telinga.

Fungsi Telinga pada Umumnya

fungsi telinga
titynoyananulaitta.wordpress.com

Sebagai alat keindahan tubuh manusia, coba banyangan jika seseorang terlahir tidak mempunyai daun telinga. Pasti orang tersebut akan kurang percaya diri karena terlihat berbeda dengan teman-teman yang memiliki daun telinga.

Sebagai alat indra pendengaran, seperti sebutannya bahwa telinga merupakan indra pendengar manusia. Telinga manusia akan berfungsi sebagai alat pendengaran ketika menangkap getaran suara yang masuk ke dalam melalui  telinga bagian luar.

Sebelum getaran suara tersebut dapat kita dengarkan, getaran suara tersebut akan melalui beberapa tahapan atau proses dan baru diterima oleh otak sehingga dapat kita dengarkan.

Sebagai pengatur keseimbangan tubuh, pada  telinga manusia terdapat bagian khusus yang memiliki fungsi sebagai pengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Apabila bagian telinga tersebut luka atau rusak, maka kita akan merasa pusing dan jatuh karena bagian tersebut berhubungan langsung dengan saraf-saraf otak yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan.

Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya

bagian telinga
forumriau.com

Secara umum dan garis besar organ telinga dibagi menjadi 3 bagian, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Setiap bagian tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut akan saya jelaskan bagian-bagian telinga dan fungsinya :

1. Bagian Telinga Luar dan Fungsinya

Telinga luar merupakan bagian yang bisa kita lihat secara langsung. Dan telinga bagian luar terdiri dari daun telinga (pinna), lubang telinga, dan gendang telinga (membran timpani).

Daun telinga merupakan bagian terluar dari telinga yang dapat kita lihat dan sentuh secara langsung. Daun telinga memiliki bentuk yang unik yang berguna untuk mendukung fungsinya sebagai pengumpul gelombang suara. Daun telinga terdiri dari heliks dan antiheliks.

Heliks merupakan bagian tepi daun telinga yang melengkung ke luar, sedangkan antiheliks merupakan bagian daun telinga yang melengkung ke dalam. Secara umum, baigan terluar telinga tersusun dari tulang-tulang rawan dan terdiri dari lapisan kulit yang tipis.

Bagian telinga luar lainnya adalah Lubang telinga dan Gendang telinga. Lubang telinga dan gendang telinga berfungsi untuk menangkap getaran suara  yang kemudian akan diteruskan ke telinga bagian tengah.

Lubang telinga memiliki panjang panjang +- 40mm dengan bentuk sebuah kanal yang melengkung. Pada bagian ujung dalam kanal ini ditutupi oleh gendang telinga. Di lunbang telinga kita sering mendapati bahwah telinga mengeluarkan serumen (kotoran telinga) semacam zat lilin.

Serumen ini dihasilkan oleh kelenjar sudorifera. Serumen ini berfungsi untuk mencegah serangga atau kotoran yang masuk ke dalam telinga.

Secara umum fungsi telinga bagian luar adalah sebagai corong penguat suara. Daun telinga bertugas mengumpulkan suara yang kemudian diteruskan oleh lubang telinga lalu diarahkan ke gendang telinga (membran timpani) untuk ditujukan ke telinga bagian tengah.

2. Bagian Telinga Tengah dan Fungsinya

Bagian telinga tengah berada di belakang membran timpani dan terdiri dari 3 bagian tulang pendengaran (ossicle), yaitu tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), tulang sanggurdi(stapes), dan saluran eustachius.

Tulang martil adalah tulang kecil yang berbentuk seperti martil dan merupakan salah satu penyusun tulang pendengaran pada telinga tengah. Tulang ini melekat pada bagian permukaan gendang telinga dan pada tulang sanggurdi. Dan tulang martil berfungsi untuk menghantarkan getaran suara dari gendang telinga ke tulang landasan.

Tulang landasan adalah tulang kecil yang membentuk seperti landasan dan merupakan salah satu tulang pendengaran yang berfungsi menghubungkan tulang martil dengan tulang sanggurdi.

Tulang sanggurdi adalah tulang terkecil dan teringan yang berbentuk seperti sanggurdi kuda pada tubuh manusia. Dan tulang ini merupakan tulang pendengaran terakhir pada telinga bagian tengah. Fungsi tulang ini adalah menerima getaran suara dari tulang landasan yang kemudian diantar ke membran di telinga bagian dalam melalui tingkap oval.

Tingkap oval adalah bukaan yang berselaput yang menghubungkan antara telinga bagian tengah dengan telinga bagian dalam.

Saluran eustachius adalah bagian telinga tengah yang berupa lubang dan berfungsi untuk menghubungkan telinga dengan rongga mulut.

3. Bagian Telinga Dalam dan Fungsinya

Telinga dalam mempunyai susunan yang rumit, yaitu terdiri dari Tulang Labirin dan Membran Labirin.

  • Tulang Labirin

Tulang Labirin merupakan sebuah rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelispis dan tulang tersebut berisikan cairan perilimfe. Tulang labirin dibagi menjadi 3 bagian, yaitu rumah siput (koklea), vestibular, dan kanalis semisirkular.

Rumah Siput atau Koklea merupakan bagian yang berbentuk menyerupai cangkang siput. Di dalam koklea terdapat sel-sel syaraf yang berfugsi sebagai reseptor. Dalam tabung koklea terdapat membran basilaris, yaitu bagian yang membagi koklea menjadi dua bagian. Yaitu bagian koklea atas yang disebut skala vestibuli dan koklea bagian bawah yang disebut skala timpani.

Dan di antara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media sebagai pembatas antara keduannya.

Pada membran basilaris terdapat organ korti, yaitu struktur khusus yang disusun oleh sel folikel rambut dan sel penyokong. Sel rambut pada organ korti terhubung dengan dengan syaraf auditori pada otak. Fungsi dari organ korti adalah mengubah getaran suara menjadi impuls.

Vestibular terdiri dari sakula dan utrikula yang disusun oleh sel rambut yang disebut macula acustica yang mengandung partikel kalsium karbonat (otolith). Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal.

Ketika seseorang bergerak dan perpindah posisi, otolith akan bergeser dari posisinya. Persegseran yang terjadi ini mengubah posisi sel rambut yang menyebabkan saluran ion dalam membran sel terbuka, sehingga menghasilkan rangsangan yang kemudian ditransmisikan ke otak oleh syaraf vestibulocochlear untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Kanal Semisirkular berbentuk setengah lingkaran yang terdiri dari 3 saluran yang tersusun dengan posisi yang berbeda namun saling berkaitan. Tiga saluran itu, yaitu kanalis semisirkularis horizontal, kanalis semisirkularis vertikal superior, dan kanal semisirkularis posterior. Ketiga saluran tersebut juga memiliki peran dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Kanal semisirkular mendukung keseimbangan dinamis yang disediakan melalui tiga kanal semisirkularis ini. Pada akhir setiap kanalis terdapat organ pembesar yang dikenal dengan ampula. Ampula ini berisi sel-sel rambut di daerah pusat yang disebut dengan cupula. Cairan di dalam kanalis-kanalis tersebut berputar sesuai dengan momentum kepala.

Ketika seseorang mengubah posisi kepalanya, otomatis inersia cairan akan berubah. Hal tersebut mempengaruhi tekanan pada cupula, sehingga membuka saluran ion dalam membram sel. Dan kemudian hal tersebut menyebabkan terbentuknya impuls, yang kemudian digunakan sebagai sinyal ke otak melalui syaraf vestibulocochlear.

  • Membran Labirin

Membran labirin terletak di dalam tulang labirin,  merupakan suatu sistem yang saling berhubungan dan dilapisi epitel serta mengandung endolimfe. Membran labirin dan tulang labirin dipisahkan oleh sebuah ruang yang berisi cairan perilimfe.

Pada beberapa ruang terdapat lembaran-lembaran jaringan ikat yang berupa pembuluh darah dan melintasi ruang perilimfe. Jaringan tersebut berguna untuk menggantung membran labirin.

Membran labirin sendiri terdiri atas :

  1. Membran kanalis semisirkularis
  2. Utrikulus
  3. Sakulus
  4. Duktus endolimfatikus, merupakan gabungan antara duktus utrikularis dan duktus sakularis.
  5. Sakus endolimfatikus, merupakan ujung buntu dari duktus endolimfatikus.
  6. Duktus reuniens, merupakan saluran kecil yang menghubungkan antara sakulus dengan duktus koklearis.
  7. Duktus koklearis, merupakan bagian yang terdapat organ corti di dalamya dan merupakan organ pendengaran.

Cara Kerja Telinga dalam Merespon Suara

cara kerja telinga
duniaeni.com
  1. Gelombang suara ditangkap oleh daun telinga.
  2. Kemudian, gelombang suara diteruskan oleh lubang telinga menuju gendang telinga dan diubah menjadi getaran.
  3. Getaran ini kemudian diteruskan ke bagian telingan tengah dan diterima oleh tulang-tulang pendengaran (martil, sanggurdi, landasan).
  4. Kemudian getaran diteruskan ke rumah siput (koklea), getaran tersebut menyebabkan cairan di koklea bergerak dan dirangsang oleh reseptor sel rambut yang terdapat di dalamnya.
  5. Sel rambut tersebut mengubah getaran menjadi impuls dan dikirimkan ke otak melalui syaraf sensoris.
  6. Kemudian di dalam otak impuls tersebut diterjemahkan sebagai suara, sehingga kita dapat mendengar.

Kelainan atau Gangguan pada Telinga

kelainan dan gangguan telinga
id.wikihow.com
  • Tuli, merupakan hilangnya kemampuan indra pendengar seseorang dalam merespon atau mendengar suara. Kelainan ini disebabkan karena cidera pada bagian-bagian telinga, penyakit bawaan dari lahir, atau karena faktor fisiologis. Tuli yang disebabkan karena adanya cidera atau kerusakan pada telinga bagian tengah disebut ketulian konduktif, sedangkan tuli yang disebabkan karena adanya kerusakan pada bagian dalam telinga disebut ketulian sesorineural.
  • Otitis eksterna, merupakan inflamasi pada bagian telinga luar, yang terjadi karena infeksi atau karena masalah di bagian kulit telinga seperti dermatitis.
  • Otitis media, merupakan inflamasi pada telinga bagian tengah, yang disebabkan karena adanya infeksi.
  • Tinnitus, kondisi dimana telinga sering berdengung, hal ini terjadi akibat penuaan atau karena terlalu sering terpapar kebisingan.
  • Vertigo, disebabkan karena adanya disfungsi pada sistem vestibular. Penyebab utama dari vertigo adalah BPPV (Benign paroxysmal positional vertigo) yang merupakan kelainan yang muncul pada bagian telinga dalam.
  • Cedera saluran telinga dan trauma telinga tengah, hal ini dapat disebabkan karena efek suara ledakan atau karena masuknya benda asing. Seringkali cedera terjadi karena kesalahan dalam membersihkan telinga.
  • Pecahnya gendang telinga, dapat disebabkan karena suara yang sangat keras, perubahan tekanan udara secara signifikan, masuknya benda asing hingga merobek membran timpani pada gendang telinga.
  • Acoutic neuroma, yaitu tumor non kanker yang tumbuh pada syaraf telinga menuju ke otak. Gejala kelainan ini dapat berupa gangguan pendengaran, vertigo dan tinnitus.

Selain telinga kita juga masih mempunyai alat indera berupa kulit yang memiliki bagian-bagian kulit dari luar sampai dalam, dan kulit merupakan salah satu sistem ekskresi manusia.

Sekarang teman-teman sudah tahu kan bagian-bagian telinga dan fungsinya. Terimakasih atas waktu yang teman-teman luangkan untuk membaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan