Bagian-Bagian Mata Beserta Fungsinya | Manfaat, Cara Kerja, dan Jenis Kelainan Mata

Bagian-Bagian Mata. Mata adalah salah satu dari lima indera manusia yang memiliki beberapa bagian serta fungsinya tersendiri. Mata berfungsi mendeteksi cahaya di sekitar dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf atau otak.

Seperti halnya bagian-bagian telinga, mata juga merupakan salah satu organ vital yang sangat penting bagi manusia yang letaknya di bagian kepala, guna untuk melihat obyek di sekitar kita.

Sebagai salah satu dari lima indera kita, mata tentu mempunyai fungsi yang vital bagi kehidupan seseorang. Dan apabila mata seseorang rusak atau bahkan buta, maka kehidupan seseorang akan terasa hampa dan gelap. Jadi kita wajib bersyukur diberi mata yang sehat oleh Allah SWT.

Berikut ini ulasan tentang fungsi mata, bagian-bagian mata serta fungsinya, cara kerja mata dan jenis-jenis penyakit mata.

Fungsi Mata Dalam Kehidupan

soap-bubble-eye
pixabay.com
  1. Mata Sebagai Alat Visual

Mata kita memiliki fungsi utama sebagai alat yang dapat memberikan kita pandangan visual, dimana setiap apa yang ada di depan kita dapat terlihat dengan jelas. Sehingga memberikan pengertian dari penampakan yang dapat kita lihat , nikmati dan kita rasakan.

  1. Mata Sebagai Kode

Selain fungsi visual, mata juga memiliki fungsi lain yakni sebagai kode atau bahasa isyarat, atau tilik sandi antar golongan maupun kelompok. Mata memiliki banyak arti ketika berada dalam fungsi ini, baik fungsi ok, tidak ok, dengan cara mengedipkannya. Dan mereka yang melihat kode tersebut dapat mengartikan maksudnya.

  1. Fungsi Keindahan

Yang berikutnya ialah fungsi keindahan. Fungsi ini dapat kita lihat ketika merias mata kita dengan berbagai hiasan baik lensa, celak, dan sebagainya yang mempercantik mata. Atau ketika digunakan dalam seni menari dengan mengerakan bola mata ke sana ke mari, dapat memunculkan keindahan bagi penontonnya.

  1. Fungsi Mata Sebagai Alat Pembelajaran

Mata juga memiliki fungsi sebagai alat pembelajaran yang merupakan fungsi utamanya. Ketika kita melihat atau memandang sesuatu kemudian diterjemahkan oleh sel saraf dan dirangsang oleh tubuh. Dari rangkaian inilah kemudian kita menemukan sebuah pembelajaran tentang apa dan bagaimana serta kenapa segala sesuatu itu ada dan dapat terjadi.

Penjelasan di atas merupakan fungsi mata dalam kehidupan menurut saya, bagaimana menurut anda?

 Bagian-Bagian Mata Luar

BAGIAN-BAGIAN+MATA+DAN+FUNGSINYA2
srwy595.blogspot.com
  1. Alis Mata

Alis mata merupakan bagian mata yang terletak di atas kelopak mata. Dan alis mata merupakan bagian yang terdiri atas rambut-rambut halus membentuk pola seperti garis lurus.

Rambut-rambut halus tersebut berfungsi untuk melindungi mata dari air, keringat atau kotoran lain yang dapat mengalir melalui bagian dahi supaya tidak masuk ke dalam mata.

  1. Bulu Mata

Bulu mata atau lebih dikenal dengan sebutan rambut mata, ialah bagian dari kelopak mata yang berupa helaian rambut-rambut yang sangat lembut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi agar tidak masuk ke mata. selain itu, bulu mata juga berfungsi menyaring cahaya yang kan diterima sebelum masuk ke mata.

  1. Kelopak Mata

Kelopak mata adalah bagian mata yang berupa lipatan kulit yang berada di atas dan bawah mata, yang berfungsi melindungi kita dari benda asing seperti dedu dan keringat agar tidak masuk ke mata. Sehingga, mata bisa terhindari dari iritasi atau gangguan penglihatan.

Kelopak mata, juga berfungsi menjaga mata agar tetap lembab, dengan membantu menyebarkan air mata yang dihasilkan oleh saluran air mata saat Anda berkedip.

Bagian-Bagian Mata Dalam

organ bagian mata dalam
ginanjarmurprasetyio.blogspot.com

Mata memiliki beberapa bagian, dan setiap bagiannya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Yang mana setiap bagian tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Kornea Mata

Kornea  adalah lapisan terluar dari bola mata berupa lapisan bening tembus pandang yang menutupi iris dan pupil dan menjadi jendela depan untuk melihat isi dari bola mata.

Dan apabila kornea disentuh, maka kelopak mata akan menutup secara refleks. Serta kornea tidak memiliki pembuluh darah.

  1. Iris Mata

Iris Mata atau selaput pelangi merupakan bagian mata dalam yang memiliki pigmen warna untuk memberikan warna pada mata.

Iris juga berfungsi untuk mengatur pembesaran dan pengecilan pupil sesuai dengan intensitas cahaya yang masuk ke dalam mata, oleh karena itu iris dapat mengkerut dan dapat pula mengembang.

  1. Pupil Mata

Pupil merupakan bagian mata yang berupa lingkaran berwarna hitam di bola mata kita. Dan  sebenarnya pupil adalah tempat lewatnya cahaya ke dalam mata. Sehingga pupil berfungsi untuk mengatur banyak-sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata.

Misalnya, ketika mata kita terpapar banyak cahaya, maka secara otomatis pupil mata kita akan mengecil sehingga cahaya yang masuk ke dalam mata tidak terlalu banyak. Begitu pula sebaliknya, ketika cahaya yang terpapar ke mata kita sedikit, maka pupil mata kita akan membesar.

  1. Aqueous Humor

Aqueous Humor merupakan cairan yang terdapat pada ruang mata diantara lensa mata dan kornea Aqueous Humor berupa cairan dengan konsentrasi menyerupai plasma dengan konsentrasi protein yang lebih rendah.

Fungsi Aqueous Humor yaitu untuk menjaga tekanan di dalam ruang mata, menjadi nutrisi bagi mata, mempertahankan bentuk mata, dan menjaga kesehatan mata. Aqueous Humor dihasilkan melalui tubulus siliaris oleh jaringan silianya.

  1. Lensa Mata (Lensa Kristalin)

Lensa Mata (Lensa Kristalin) adalah bagian mata yang terletak di belakang pupil dan iris berfungsi untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya ke retina. Lensa merupakan bagian lunak bola mata yang transparan.

Lensa mata ini memiliki kemampuan khusus yang disebut daya akomodasi, yaitu kemampuan untuk menebal/menipis atau mencembung/memipihnya lensa sesuai dengan jarak benda yang dilihat.

Lensa mata semakin cembung saat melihat benda dekat, dan semakin pipih saat melihat benda jauh. Lensa mata diikat oleh otot-otot yang disebut muskulus siliaris, kontraksi otot inilah yang dapat mengubah ukuran lensa mata.

  1. Vitreous Humor

Vitreous Humor merupakan cairan seperti lendir yang terdapat pada ruang mata diantara lensa mata dan retina. Vitreous Humor merupakan cairan bening, transparan, tidak memiliki pembuluh darah, dan sebagian besar konsentrasinya merupakan cairan, dan sangat sedikit zat padat.

Vitreous Humor berfungsi untuk mempertahankan dan menjaga bentuk bulat bola mata. Tanpa atau dengan sedikit Viterous Humor Bentuk Bulat Bola Mata tidak akan sempurna.

  1. Retina atau Selaput Jala

Retina adalah lapisan sangat tipis yang peka terhadap intensitas cahaya yang masuk  ke mata kita. Posisi retina berada di dinding yang paling dalam dan berfungsi untuk menangkap bayangan suatu benda.

Retina ini mempunyai dua reseptor cahaya yang bernama sel batang (basilus) dan sel kerucut (konus) yang berada di depan.

  • Sel kerucut berfungsi untuk melihat di tempat yang terang. Sel ini memerlukan protein iodopsin.
  • Sel batang berfungsi untuk melihat di tempat yang gelap. Sel ini memerlukan protein mata yang disebut dengan rodopsin. Rodopsin bisa terbentuk jika terjadi penggabungan antara iodopsin dan vitamin A.

Namun, bagian belakang retina tidak memiliki reseptor tersebut. Sehingga ketika ada bayangan benda yang jatuh pada titik itu, maka kita tidak dapat melihatnya.

  1. Sklera atau Selaput Putih

Selaput putih (Sklera) Merupakan bagian luar dari bola mata manusia yang mana terusun dari zat tanduk dan merupakan lapisan yang kuat berwarna putih, dan biasa disebut juga bagian putih mata.

Fungsi dari selaput inti adalah melindungi struktur mata yang sangat halus dan membantu mempertahankan bentuk dari biji mata

  1. Bintik Kuning atau Fovea

Fungsi dari bintik kuning atau fovea pada mata adalah sebagai tempat jatuhnya bayangan agar kita dapat melihat suatu benda.

Kita dapat melihat benda karena rangsang cahaya jatuh tepat di retina mata di bagian bintik kuning atau fovea.

Di bagian bintik kuning atau fovea pada retina mata ini merupakan tempat terkumpulnya fotoreseptor berupa sel kerucut sehingga apabila bayangan jatuh tepat di bintik kuning ini, maka rangsang cahaya akan diterima dan diteruskan ke otak.

  1. Koroid

Koroid sebetulnya merupakan sebuah lapisan yang melapisi hampir seluruh bagian tepi bola mata dari mulai bagian depan sampai dengan bagian belakang. Posisinya berada pada bagian dalam sklera. Sedangkan ujung koroid ada dibagian depan mata yang tergabung di dalam struktur uvea.

Ada 4 struktur atau lapisan pada koroid:

  • Lapisan haller yaitu bagian luar koroid yang mempunyai diameter pembuluh darah paling besar.
  • Lapisan sattler yaitu bagian lapisan yang mempunyai pembuluh darah menengah
  • Koriokapilaris merupakan bagian dari kapiler
  • Membran brunch yaitu bagian paling dalam pada lapisan koroid.

Fungsi dari koroid ada pada bagian retina dan juga sklera. Yaitu bagian posterior yang ada di saluran uveal dan juga merupakan bagian dari pembuluh darah jaringan serta aliran yang tinggi serta akan membantu untuk bisa menyiapkan makanan pada bagian belakang mata

  1. Bintik Buta

Bintik buta adalah bagian pada retina dimana tidak terdapat sel-sel fotoreseptor yang berfungsi menerima rangsang cahaya. Sel-sel fotoreseptor (sel kerucut dan sel batang) akan menerima cahaya yang datang dan menghantarkan rangsang cahaya tersebut menuju serabut saraf untuk di interpretasikan di otak.

Namun pada bagian bintik buta tidak terdapat sel-sel ini, sehingga ketika cahaya jatuh di tempat tersebut tidak akan terjadi penghantaran rangsang menuju otak.

Bintik buta manusia terdapat pada bagian belakang mata. Tepat di belakang bintik buta terdapat saluran untuk pembuluh darah dan saraf yang masuk jaringan mata.

Bagian bintik buta dikonsentrasikan sebagai pintu gerbang bagi pembuluh darah dan saraf sehingga bagian ini tidak memiliki sel fotoreseptor untuk menangkap cahaya. Bintik buta merupakan bagian yang paling sensitif terhadap cahaya.

  1. Saraf Optik

Saraf Optik adalah bagian mata yang merupakan susunan saraf, yang berfungsi untuk menerima informasi visual (penglihatan) kemudian diteruskan ke otak. Saraf Optik juga sering dikenal dengan istilah Saraf Kranial II.

Cara Kerja Mata

alat-indra-mata
slideshare.net
  1. Cahaya memantulkan obyek dari suatu benda dan mengirim pada garis lurus menuju mata kita.
  2. Cahaya melalui kornea, akan menuju pupil dan diteruskan ke lensa mata.
  3. Kornea dan lensa membelokkan (membiaskan) cahaya yang masuk ke mata agar di fokuskan ke retina.
  4. Fotoreseptor yang terdapat pada retina mengkonversi cahaya tersebut menjadi gelombang elektrik.
  5. Gelombang elektrik akan diteruskan melalui saraf optik menuju otak.
  6. Otak memproses sinyal-sinyal itu menjadi sebuah bayangan, sehingga kita dapat melihat benda yang kita lihat.

Jenis-Jenis Kelainan Mata

kelainan pada mata
netz.id
  • Rabun Jauh (Miopi)

Rabun jauh atau miopi adalah gangguan penglihatan dalam jarak yang jauh. Gangguan ini membuat penderitanya mengalami penglihatan buram atau tidak jelas ketika melihat jauh. Namun penglihatannya akan tetap normal dan jelas jika melihat sesuatu dari jarak yang dekat.

Gangguan refraksi ini biasanya dialami oleh penderitanya sejak usia muda. Kondisi ini umumnya dapat diperbaiki dengan menggunakan alat bantu berupa kacamata berlensa cekung atau pembedahan.

Penglihatan kabur melihat jarak jauh bukanlah satu-satunya gejala rabun jauh. Gejala lain yang umumnya muncul dapat berupa:

  1. Kepala terasa nyeri.
  2. Mata juling.
  3. Mata tegang tidak dapat rilek.
  4. Mata lelah ketika melihat benda yang berjarak beberapa meter.
  5. Sulit membaca papan tulis di sekolah pada anak-anak.
  • Rabun Dekat (Hipermetropi)

Rabun dekat adalah gangguan pada mata yang menyebabkan penderita tidak bisa melihat objek dekat dengan jelas atau terlihat buram, namun biasanya jika melihat benda yang jauh justru terlihat jelas.

Rabun dekat, atau yang disebut juga dengan atau hipermetropia, sering kali dikaitkan sebagai masalah pembiasan.

Pada mata yang mengalami hipermetropi, cahaya yang seharusnya dipantulkan tepat pada retina (lapisan mata yang sensitif terhadap cahaya) menjadi dipantulkan di belakang retina. Sehingga pengelihatan jarak dekat akan menjadi kabur dan mata akan menjadi mudah lelah.

Rabun dekat umumnya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun, akan tetapi sebagian kecil anak-anak juga bisa terlahir dengan kondisi ini dengan faktor genetika orang tuanya.

Kondisi ini umumnya dapat diperbaiki dengan menggunakan alat bantu berupa kacamata berlensa cembung atau pembedahan.

Kemungkinan besar orang yang menderita rabun dekat akan mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini:

  1. Objek jauh terlihat jelas, tapi objek dekat tampak tidak fokus dan buram.
  2. Mata terasa lelah usai melihat objek dekat, seperti menggunakan komputer atau membaca.
  3. Harus mengerlingkan mata untuk bisa melihat dengan jelas.
  4. Kesulitan membaca.
  5. Mata terasa panas dan gatal.
  6. Kepala terasa pusing.
  • Cacat Mata Tua (Presbiopi)

Mata tua atau presbiopi adalah cacat mata berupa pengurangan daya akomodasi pada usia lanjut sehingga titik dekat mata menjadi lebih jauh dan titik jauh mata menjadi lebih dekat.

Seseorang yang menderita presbiopi perlu menggunakan kacamata berlensa rangkap yang disebut kacamata bifokal. Lensa positif untuk melihat benda-benda yang dekat dan lensa negatif untuk melihat benda-benda yang jauh.

Presbiopi berkembang secara bertahap, oleh sebab itu seseorang kadang baru menyadari gejalanya setelah melewati usia 40 tahun. Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita presbiopi adalah:

  1. Kebiasaan menyipitkan mata ketika melihat.
  2. Butuh lampu lebih terang saat membaca.
  3. Kesulitan membaca huruf yang berukuran kecil.
  4. Penglihatan akan kabur ketika membaca pada jarak normal.
  5. Sakit kepala atau mata menegang setelah membaca dalam jarak dekat.
  6. Kecenderungan untuk memegang lebih jauh suatu objek, agar huruf lebih jelas terbaca.
  • Astigmatisme atau Mata Silinder

Astigmatisme atau mata silinder adalah gangguan penglihatan yang diakibatkan oleh kelaianan pada kelengkungan kornea atau lensa. Kondisi ini menyebabkan pandangan mata menjadi kabur, baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh.

Meski pada umumnya astigmatisme terjadi saat lahir, astigmatisme juga dapat disebabkan oleh cedera pada mata, atau akibat operasi mata.

Astigmatisme tidak menimbulkan gejala sama sekali. Bila ada gejala, keluhan yang dirasakan tiap orang dapat berbeda-beda, meliputi:

  1. Distorsi penglihatan, misalnya melihat garis lurus tampak miring.
  2. Pandangan yang samar atau tidak fokus.
  3. Sulit melihat saat malam hari.
  4. Mata sering tegang dan mudah lelah.
  5. Sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu.
  6. Sensitif terhadap sorotan cahaya (fotofobia).
  7. Kesulitan membedakan warna yang mirip.
  8. Penglihatan ganda (pada kasus astigmatisme yang parah).
  9. Pusing atau sakit kepala.
  • Buta Warna

Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan seseorang terhadap warna yang biasanya diturunkan dari genetik orang tuannya. Penderita buta warna biasanya cenderung mengalami kesulitan ketika melihat objek yang berwarna merah, hijau, biru, atau campuran dari warna-warna ini. Sampai sekarang belum ada alat atau cara pengobatan untuk penderita buta warna.

  • Rabun Senja

Rabun senja adalah sebuah penyakit mata yang menyebabkan seseorang akan kesulitan melihat suatu objek jika kekurangan sumber cahaya atau dalam keadaan redup. Rabun senja disebabkan karena luka pada mata, kekurangan vitamin A, atau faktor genetikan orang tua.

Gejala-gejala yang dirasakan penderita rabun senja, yaitu:

  1. Kesulitan jika melihat pada malam hari.
  2. Kesulitan beradaptasi pada saat terjadi transisi dari terang menuju gelap.
  • Katarak

Katarak adalah penyakit yang terjadi karena adanya kekeruhan sebagian maupun keseluruhan pada lensa mata. Hal tersebut menyebabkan penglihatan penderitanya berkurang,  karena keruhnya lensa mata membuat cahaya menjadi sulit mencapai retina.

  1. Gejala-gejala yang dirasakan penderita katarak, yaitu:
  2. Pandangan kabur seperti berkabut.
  3. Warna di sekitar terlihat memudar.
  4. Rasa silau saat Anda melihat lampu mobil, matahari atau lampu. Anda juga dapat melihat lingkaran di sekeliling cahaya.
  5. Pandangan menjadi ganda.
  6. Penurunan penglihatan di malam hari.
  7. Sering mengganti ukuran kacamata.
  • Kebutaan

Kebutaan adalah penyakit pada mata yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat sama sekali. Kebutaan bisa disebabkan oleh faktor genetik alias dari orang tua kepada anak, kecelakaan, atau penyakit yang menyerang mata.

Selain bagian mata, kita juga masih memiliki bagian-bagian kulit yang mempunyai fungsi sangat vital dan merupakan salah satu sistem ekskresi manusia.

Demikian artikel mengenai fungsi mata, bagian-bagian mata beserta fungsinya, cara kerja mata, dan jenis-jenis kelainan pada mata. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua mengenai alat indera mata.

Tinggalkan Balasan